Wisata . 17/12/2024, 15:17 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Kehadiran personel dan kendaraan operasional ini diharapkan dapat mempercepat penanganan jika terjadi kemacetan atau insiden di jalan tol.
“Kami akan selalu siap sedia untuk memberikan layanan terbaik kepada pengendara, memastikan jalan tol dalam kondisi prima, serta mengantisipasi segala potensi gangguan seperti banjir atau longsor,” tambah Rinaldi.
Koordinasi antar stakeholder untuk kelancaran Nataru. (Dok Instagram)
Astra Infra berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pihak kepolisian, dinas perhubungan, dan badan terkait lainnya.
Hal ini untuk memastikan bahwa layanan selama Nataru 2024/2025 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan tol.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik selama periode Nataru, dengan memastikan bahwa seluruh aset jalan tol kami dalam kondisi prima dan siap untuk digunakan,” ujar Rinaldi menutup penjelasan.
Pelebaran lajur di Tol CIpali (Ist)
Saat ini, Astra Infra mengelola lebih dari 396 kilometer jalan tol di berbagai wilayah, termasuk Trans Jawa dan kawasan Metro. Di Trans Jawa, Astra Infra mengoperasikan Tol Tangerang-Merak (72 km), Cipali (116,8 km), Semarang-Solo (72,6 km), Jombang-Mojokerto (40,5 km), Surabaya-Mojokerto (36,3 km), dan Pandaan-Malang (38,5 km).
Sementara itu, di kawasan Metro Jabodetabek, Astra Infra mengelola ruas tol seperti Kunciran-Serpong (11,1 km) dan Ulujami-Kebon Jeruk (7,7 km).
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media