Selamat Natal, dan jangan lupa jadi anak baik tahun ini, ya! Siapa tahu, kado dari Santa sedang dalam perjalanan menuju rumah kamu!
Santa Claus Itu Bukan Sinterklas
Satu hal yang sering bikin orang kagum adalah bagaimana Santa bisa nganterin kado ke seluruh dunia hanya dalam semalam. Di sini, kekuatan magisnya benar-benar diuji. Santa punya kemampuan buat "menghentikan waktu" atau bahkan memperlambatnya. Jadi, semalam bagi kita sebenarnya bisa jadi berhari-hari bagi Santa.
Selain itu, kereta luncur Santa yang ditarik oleh rusa-rusa terbang juga nggak kalah ajaib. Kereta ini bisa melesat dengan kecepatan cahaya, bahkan lebih! Dengan teknologi magis itu, Santa bisa berpindah dari satu rumah ke rumah lain tanpa perlu banyak waktu. Rusa-rusa seperti Rudolf juga punya energi magis yang bikin mereka bisa bertahan sepanjang malam tanpa lelah.
Kalo ngomongin Natal, pasti banyak yang langsung kepikiran sama sosok berjenggot putih, pake baju merah, sambil bawa karung penuh hadiah.
Orang Indonesia biasanya nyebut dia "Sinterklas".
Tapi, tau nggak sih kalo Sinterklas dan Santa Claus itu sebenernya dua orang yang beda?
Yuk, kita bahas bareng-bareng!
Sinterklas, Tradisi Eropa yang Kental Nuansa Religi
Sinterklas itu aslinya berasal dari cerita Santo Nikolas, seorang uskup dari Myra (sekarang masuk wilayah Turki).
Santo Nikolas dikenal karena kebaikannya, suka nolongin orang, dan sering kasih hadiah ke anak-anak.
Tradisi ini populer banget di Eropa, terutama di Belanda.
Di Belanda, perayaan Sinterklas dirayain setiap tanggal 5-6 Desember, bukan pas hari Natal.
Sosok ini digambarin pake jubah uskup lengkap dengan topi tinggi dan tongkatnya.
Sinterklas biasanya ditemenin oleh asistennya yang disebut Zwarte Piet (walaupun belakangan banyak kontroversi soal ini).