2. Sheikh Ahmad Kuftaro (Suriah)
Pandangan:
Sebagai mantan Mufti Agung Suriah, Kuftaro sering menekankan pentingnya dialog antaragama dan kerukunan. Beliau mendukung ucapan selamat pada perayaan agama lain sebagai wujud cinta damai dan toleransi.
“Islam mempromosikan persaudaraan umat manusia. Menghormati keyakinan dan kebudayaan lain tidak mengurangi iman kita, tetapi justru memperkuat rasa saling memahami.”
3. Sheikh Ali Gomaa (Mesir)
Pandangan:
Mantan Mufti Mesir ini mengeluarkan fatwa bahwa mengucapkan "Selamat Natal" adalah tindakan yang diperbolehkan dalam Islam. Menurutnya, tindakan ini mencerminkan akhlak yang mulia dan sesuai dengan ajaran Islam sebagai rahmatan lil 'alamin.
“Mengucapkan selamat kepada saudara kita yang non-Muslim adalah tindakan kemanusiaan dan akhlak yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.”
4. Prof. Tariq Ramadan (Swiss)
Pandangan:
Sebagai cendekiawan Muslim internasional, Tariq Ramadan mendorong Muslim untuk membangun hubungan harmonis dengan komunitas lain, termasuk mengucapkan selamat pada hari besar agama lain. Menurutnya, tindakan ini mencerminkan nilai inklusivitas Islam.
“Islam tidak melarang pengakuan terhadap kebahagiaan orang lain, selama itu tidak merusak prinsip keyakinan kita.”
5. Sheikh Abdullah bin Bayyah (Mauritania)
Pandangan:
Seorang ulama moderat dan Ketua Forum Promosi Perdamaian di Masyarakat Muslim. Bin Bayyah menekankan bahwa menjaga hubungan baik dengan non-Muslim, termasuk ucapan selamat, adalah bagian dari dakwah Islam yang damai.