Trend . 13/05/2025, 10:06 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Beberapa orang memiliki sensitivitas terhadap makanan tertentu seperti susu (laktosa), gluten, atau pemanis buatan. Jika dikonsumsi, tubuh bisa memberikan reaksi berupa perut mules tapi tidak BAB, perut kembung, dan keinginan BAB yang tertunda atau tidak terjadi sama sekali.
Bagi wanita, hormon estrogen dan progesteron dapat memengaruhi motilitas usus. Sebelum atau saat menstruasi, banyak wanita mengalami rasa mulas yang mirip keinginan BAB, tapi tidak terjadi. Ini wajar dan biasanya hilang dengan sendirinya.
Penyakit seperti kolitis ulseratif atau Crohn's disease dapat menimbulkan rasa mulas kronis tanpa diikuti BAB. Kondisi ini perlu penanganan medis karena bisa memengaruhi penyerapan nutrisi dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Segera konsultasikan ke dokter jika rasa mulas disertai:
Demam tinggi
Mual dan muntah
Perut sangat kembung atau nyeri tajam
BAB berdarah
Tidak BAB selama lebih dari tiga hari
Mengenali penyebab sejak dini akan membantu menentukan langkah tepat untuk mengatasi perut mules tapi tidak BAB.
Perut mules tapi tidak BAB bisa disebabkan oleh gas, konstipasi, infeksi, hingga gangguan serius seperti IBS atau radang usus.
Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa mengambil tindakan yang tepat, entah cukup dengan perubahan pola makan, manajemen stres, atau berkonsultasi dengan tenaga medis.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media