Gunakan pelindung panas sebelum styling dan beri jeda waktu penggunaan alat agar rambut bisa pulih.
5. Produk Rambut dengan Bahan Kimia Keras
Shampo yang mengandung sulfat tinggi, pewarna rambut berbahan amonia, dan produk styling berbahan alkohol bisa merusak kulit kepala dan melemahkan akar rambut. Bila dipakai terus-menerus, ini menjadi penyebab rambut rontok yang bersifat kumulatif.
Pilih produk berbahan alami dan hindari perawatan kimia ekstrem terlalu sering.
6. Merokok
Kebiasaan merokok bukan hanya buruk bagi paru-paru, tapi juga menjadi penyebab rambut rontok karena merusak aliran darah ke kulit kepala. Nikotin dan zat beracun dalam rokok menyempitkan pembuluh darah, membuat folikel kekurangan nutrisi dan oksigen.
Mengurangi atau berhenti merokok bisa menjadi langkah besar untuk menyelamatkan kesehatan rambutmu.
7. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Alkohol dalam jumlah besar bisa mengganggu penyerapan nutrisi penting seperti zinc dan vitamin B kompleks. Akibatnya, rambut tidak mendapat asupan yang cukup untuk tumbuh sehat. Ini merupakan penyebab rambut rontok yang kerap terjadi pada orang dengan kebiasaan minum rutin.
Batasi konsumsi alkohol dan seimbangkan dengan makanan bernutrisi tinggi.
8. Jarang Berolahraga
Gaya hidup pasif atau kurang bergerak menyebabkan sirkulasi darah tidak optimal, termasuk ke area kulit kepala. Aliran darah yang lancar penting untuk membawa oksigen dan nutrisi ke folikel rambut. Maka, malas bergerak juga bisa menjadi penyebab rambut rontok secara perlahan.
Luangkan waktu minimal 30 menit per hari untuk berjalan kaki, bersepeda, atau yoga ringan.
9. Mengikat Rambut Terlalu Kencang
Kebiasaan mengikat rambut dengan kencang, memakai aksesori rambut berulang, atau mengenakan helm sempit bisa menyebabkan tekanan terus-menerus pada kulit kepala. Lama-lama, ini bisa memicu traction alopecia, salah satu penyebab rambut rontok mekanis yang sulit pulih jika sudah parah.