Kuliner . 15/05/2025, 07:07 WIB
Penulis : Aries Setianto | Editor : Aries Setianto
Pemupukan Organik: Gunakan pupuk kandang atau kompos saat awal penanaman untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Penyiangan Gulma: Bersihkan area sekitar tanaman agar nutrisi tidak terserap oleh tanaman liar.
Pemangkasan Sulur: Potong sulur yang tumbuh berlebihan agar energi tanaman fokus pada pembesaran umbi.
Fakta Menarik:
Menurut penelitian, pemupukan alami tidak hanya memperbaiki struktur tanah, tetapi juga meningkatkan kadar gula alami dalam ubi Cilembu!
Ubi Cilembu biasanya siap panen setelah 4–5 bulan. Ciri-cirinya:
Daun mulai menguning dan mengering.
Sulur tanaman tampak layu.
Tips Panen:
Gali tanah perlahan menggunakan cangkul untuk menghindari kerusakan umbi.
Jemur ubi selama 2–3 hari setelah panen untuk meningkatkan rasa manis alaminya.
Rasa Unik: Manis alaminya membuatnya jadi favorit untuk hidangan panggang atau olahan dessert.
Tahan Hama: Dibanding ubi biasa, ubi Cilembu lebih resisten terhadap serangan hama.
Nilai Jual Tinggi: Permintaan pasar yang stabil membuatnya cocok dijadikan komoditas usaha.
Dengan cara menanam ubi Cilembu yang tepat, kamu bisa menikmati hasil panen yang memuaskan, baik untuk keluarga maupun dijual. Tak perlu lahan luas, polybag atau pekarangan rumah pun bisa dimanfaatkan. Siapa tahu, ini jadi awal bisnis sampingan yang menguntungkan!
Selamat mencoba dan semoga panenmu melimpah!
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media