Syair Qurban: Jejak Cinta di Lembah Taat

lifestyle.fin.co.id - 06/06/2025, 07:34 WIB

Syair Qurban: Jejak Cinta di Lembah Taat

Gurun pasir(adobe firefly)

DI LEMBAH sunyi, tandus membentang. Tak ada insan, tak terdengar riuh riang. Di sana Hajar tegak berdiri, dengan bayi Ismail di pelukan hati.

Satu bejana air, seikat kurma. Bekal kecil di tengah padang merana. "Ibrahim, ke mana kau akan pergi?" Tangis sunyi istri yang diuji.

Tak bersuara, tak menoleh. Ibrahim tetap melangkah dengan pasrah. "Apakah ini titah dari Rabb yang Esa?" "Ya," jawabnya... dan tenanglah jiwa Hajar.

“Kalau begitu, takkan kami disia-siakan.”

Keyakinan Hajar, tak tertandingi zaman. Lalu berlarilah ia di antara dua bukit. Tujuh kali langkah, sabar tak terusik.

Teriakan tak terdengar di sepi bumi,

Tapi langit mendengar do’a sang istri.

Dari tumit sang malaikat suci,

Tercurah Zamzam, mata air abadi.

Tumbuhlah Ismail, anak penuh cahaya,

Di tengah lembah, di bawah langit yang mulia. Sampai tiba saat ujian paling nyata: Datang sang ayah membawa berita.

“Wahai anakku, aku bermimpi menyembelihmu.” Kalimat berat yang mengguncang kalbu.

Namun Ismail menjawab penuh ketundukan: “Lakukanlah, ayah, aku akan sabar dalam ujian.”

Maka terbaringlah ia dengan wajah ke tanah. Bukan karena takut, tapi tunduk pada Allah. Pisau tajam tak mampu melukai. Karena cinta Ilahi lebih tinggi dari segalanya.

“Hai Ibrahim, engkau telah membenarkan mimpi.”

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID