Religi . 24/06/2025, 13:02 WIB

Malam 1 Suro dalam Islam Sama dengan 1 Muharram: Begini Sejarahnya

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

1. Berdasarkan peredaran bulan (lunar calendar).

2. Terdiri dari 12 bulan.

3. Dimulai dengan peristiwa Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.

4. Digunakan oleh umat Muslim di seluruh dunia untuk menentukan hari raya keagamaan dan jadwal ibadah.

Kalender Jawa:

1. Merupakan hasil akulturasi dari tiga sistem kalender: Kalender Saka (Hindu-Buddha), Kalender Hijriah (Islam), dan penanggalan tradisional Jawa.

2. Sultan Agung dari Mataram pada tahun 1633 M (1043 Hijriah) melakukan reformasi dengan mengubah kalender Saka yang berbasis matahari menjadi berbasis bulan seperti Hijriah, namun tetap mempertahankan unsur budaya Jawa.

3.Hari-hari dalam seminggu dalam kalender Jawa memiliki nama yang berasal dari bahasa Arab (Senin, Selasa, dst.).

4. Juga memiliki siklus lima hari pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) yang merupakan warisan tradisi Jawa kuno.

5. Digunakan masyarakat Jawa tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga untuk petungan (perhitungan) dalam menentukan upacara adat dan kepentingan pribadi.

Persamaan dan Perbedaan:

Baik kalender Jawa maupun kalender Islam saat ini sama-sama berdasarkan peredaran bulan. Ini berkat reformasi kalender Jawa oleh Sultan Agung yang menyelaraskannya dengan kalender Hijriah. Karena itu, 1 Suro dalam kalender Jawa selalu bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Islam. Namun, kalender Jawa memiliki elemen tambahan seperti hari pasaran yang tidak ada dalam kalender Islam murni.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com