Trend . 04/08/2025, 22:31 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
“Only happy people can make others happy.” — Andre Djokosoetono
Di ujung sebuah jalan di Jakarta, lebih dari setengah abad lalu, seorang perempuan memandangi mobil-mobil tua yang terparkir di halaman rumahnya. Hanya beberapa unit, tapi cukup untuk memulai mimpi besar. Ia menamainya Bluebird—sebuah nama yang terinspirasi dari dongeng Eropa, tentang burung biru pembawa kebahagiaan. Ia percaya, setiap perjalanan yang dimulai dari mobil-mobil itu haruslah membawa harapan, bukan sekadar sampai tujuan.
Namanya Mutiara Djokosoetono, pendiri Bluebird. Dari satu garasi, ia memulai perjalanan yang kini telah menempuh jarak jutaan kilometer, menjemput kehidupan puluhan ribu keluarga di Indonesia.
Rumah no.107 Jl. Cokroaminoto menjadi cikal bakal lahirnya Bluebird -Dok foto bluebirdgroup -
Kini, nama Bluebird bukan sekadar sinonim dari “taksi”. Ia telah menjadi bagian dari lanskap perkotaan. Di balik kemudi biru itu ada wajah-wajah yang menghidupi rumah, menyekolahkan anak, dan menjaga kejujuran.
Namun, perjalanan tak pernah selalu mulus. Di era kemunculan aplikasi transportasi daring, banyak yang meramalkan Bluebird akan tergilas zaman. Tapi sejarah justru mencatat sebaliknya. Di tahun ke-53-nya, Bluebird bukan saja bertahan, tapi tumbuh.
2024 menjadi tahun penuh pencapaian. Laba bersih perusahaan tumbuh 28 persen. Armada listrik mulai mengaspal. Teknologi kecerdasan buatan dan IoT terintegrasi. Cititrans berkembang pesat, dan aplikasi MyBluebird terus diperbarui. Semuanya menandakan bahwa roda Bluebird tidak hanya berputar—ia juga terus belajar.
Di sebuah ruang tamu sederhana di pinggiran Jakarta, Agnes, seorang mahasiswi jurusan Teknologi Laboratorium Medis, menatap foto ayahnya. Lelaki itu adalah salah satu pengemudi Bluebird, yang meninggal dunia saat bertugas. “Bapak ingin saya sekolah tinggi. Lewat beasiswa Bluebird, saya bisa mewujudkannya,” katanya lirih, menahan air mata.
Cerita Agnes bukan satu-satunya. Sejak 1998, program Bluebird Peduli telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 66.000 anak dari pengemudi dan karyawan. Tak hanya yang berprestasi, tapi juga anak-anak yatim, hingga anak berkebutuhan khusus.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media