Trend . 04/08/2025, 22:31 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Sebut saja Hariawan, teknisi senior di pool Bluebird Jakarta Selatan. Anaknya penyandang disabilitas kini mendapat akses pendidikan yang layak. “Perusahaan ini bukan hanya tempat saya bekerja. Tapi juga tempat saya merasa dihargai sebagai ayah,” ucapnya sambil memperlihatkan gambar buah hatinya yang tertempel di loker kerja.
Para peraih Beasiswa Bluebird - Dok. Bluebirdgroup -
Bagi Bluebird, inovasi bukanlah sekadar teknologi. Itu adalah cara mencintai lebih dalam. Tahun 2025, program Sustainabili-Tree diluncurkan, menanam 530 pohon mangrove bersama pelanggan dan sopir dalam satu gerakan kolaboratif.
Di waktu yang sama, anak-anak pengemudi diajak ke KidZania untuk merayakan Hari Anak Nasional. Di sana, mereka mencoba jadi dokter, jurnalis, bahkan pengemudi Bluebird. Mereka tertawa lepas, menjalani hari dengan bahagia—bahkan jika di rumah mereka harus berbagi satu nasi bungkus untuk tiga orang.
“Bahagia itu menular,” kata Andre Djokosoetono, generasi ketiga dari keluarga pendiri Bluebird. “Kalau pengemudi kami merasa dihargai, mereka akan melayani dengan sepenuh hati. Dan itulah nilai utama Bluebird sejak awal: rasa hormat pada manusia.”
Hari ini, Bluebird tak lagi hanya soal taksi. Mereka adalah grup transportasi penuh, dengan lini bisnis yang mencakup Goldenbird untuk layanan premium, Ironbird untuk logistik, hingga BirdMobil untuk kepemilikan kendaraan. Di era "Mobility-as-a-Service", Bluebird terus berevolusi tanpa melupakan jati dirinya: menyentuh hidup, bukan sekadar melayani perjalanan.
53 Tahun Bluebird / Ilustrasi -Dok foto bluebirdgroup -
Dari satu garasi kecil, kini Bluebird mengoperasikan 24.200 armada di lebih dari 20 kota. Tapi jumlah itu bukanlah pencapaian terbesar mereka. Yang paling berarti adalah setiap senyum yang berhasil mereka hadirkan. Setiap anak yang bisa bersekolah. Setiap rumah yang bisa tetap menyala.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media