Trend . 03/09/2025, 10:21 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Beberapa obat, seperti obat tekanan darah dan antibiotik tertentu, dapat menambah beban pada ginjal. Perubahan fungsi ginjal inilah yang membuat urine berbusa. Konsultasikan dengan dokter jika gejala muncul setelah konsumsi obat baru.
Kadang busa terbentuk bukan karena kondisi medis, melainkan reaksi urine dengan sisa sabun di toilet. Jika busa cepat hilang dan tidak berulang, penyebabnya kemungkinan hanya faktor eksternal ini.
Kerusakan hati dapat mengganggu metabolisme protein. Kelebihan protein bisa masuk ke urine, membuatnya berbusa. Gejala lain yang biasanya menyertai adalah kulit dan mata menguning.
Pada pria, sperma bisa masuk ke kandung kemih saat ejakulasi dan keluar bersama urine. Kondisi ini dikenal sebagai ejakulasi retrograde, yang membuat urine tampak berbusa.
Agar tidak salah menilai, perhatikan tanda-tanda berikut:
Jika busa cepat hilang, kemungkinan tidak berbahaya.
Jika busa menetap, disertai bengkak, lemas, atau nyeri, segera periksa ke dokter.
Minum cukup air, makan sehat, dan lakukan pemeriksaan rutin untuk menjaga kesehatan ginjal.
Sekarang kamu tahu bahwa penyebab kencing berbusa tidak selalu menandakan penyakit, tapi bisa juga hanya faktor sederhana. Meski begitu, jangan abaikan jika busa muncul terus-menerus. Mengenali sejak awal akan membantumu mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media