Trend . 16/09/2025, 10:38 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Dengan kata lain, jatuhnya cicak merupakan bagian alami dari kehidupannya, bukan tanda gaib.
Cicak termasuk hewan nokturnal yang aktif pada malam hari. Mereka suka berburu serangga kecil seperti nyamuk, lalat, dan semut. Kehadiran cicak sebenarnya membantu manusia karena mereka mengurangi jumlah serangga pengganggu.
Cicak memiliki kemampuan autotomi, yaitu melepaskan ekornya saat merasa terancam. Selain itu, telapak kakinya dilengkapi ribuan rambut mikroskopis yang memungkinkannya menempel di permukaan. Namun, kemampuan ini tidak sempurna, sehingga cicak tetap bisa terjatuh sewaktu-waktu.
Kepercayaan terhadap mitos kejatuhan cicak sering memengaruhi pikiran seseorang. Banyak orang merasa takut, cemas, atau khawatir berlebihan ketika cicak jatuh di dekatnya. Kondisi ini bisa menimbulkan efek psikologis berupa sugesti negatif, padahal secara nyata tidak ada hubungannya dengan kesialan.
Setiap daerah memiliki cara berbeda untuk menyikapi peristiwa ini. Ada yang langsung mandi untuk menghilangkan "kesialan", ada juga yang membaca doa tertentu agar terhindar dari marabahaya. Sementara sebagian masyarakat modern hanya menertawakannya dan menganggapnya hal biasa.
Dalam Islam, cicak sering disebut dalam hadis sebagai hewan yang boleh dibasmi karena dianggap mengganggu. Namun tidak ada ajaran yang menyebutkan bahwa cicak membawa sial ketika jatuh ke tubuh seseorang. Agama justru mengajarkan agar manusia tidak mudah percaya pada takhayul dan lebih berpegang pada logika serta doa.
Cicak sebenarnya hewan kecil yang tidak berbahaya. Mereka tidak memiliki racun atau ancaman serius bagi manusia. Jika cicak jatuh di tubuh, cukup bersihkan diri dengan mencuci bagian yang terkena. Tidak ada alasan untuk menganggap hal tersebut sebagai pertanda buruk.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media