Trend . 29/09/2025, 07:13 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Kesibukan harian membuat banyak orang baru bisa makan malam pada jam larut. Lebih buruk lagi jika setelah itu langsung tidur. Posisi tubuh yang berbaring memudahkan cairan lambung naik. Memberi jeda dua sampai tiga jam sebelum tidur menjadi langkah sederhana namun efektif.
Nikotin dan alkohol memberi dampak buruk pada lambung. Keduanya membuat katup kerongkongan lebih mudah terbuka, sehingga cairan asam keluar dari lambung. Menghentikan kebiasaan ini bukan hanya bermanfaat bagi pencernaan, tetapi juga kesehatan secara keseluruhan.
Tekanan mental berhubungan erat dengan kesehatan lambung. Saat stres, tubuh mengeluarkan hormon yang memengaruhi produksi cairan lambung. Selain itu, orang yang stres sering makan tidak teratur atau memilih makanan instan yang justru memperburuk gejala.
Lemak di area perut menekan lambung sehingga cairan asam lebih mudah terdorong ke atas. Penurunan berat badan meski hanya sedikit bisa mengurangi tekanan tersebut dan memperbaiki kondisi pencernaan.
Ibu hamil sering mengalami refluks karena pengaruh hormon dan tekanan janin. Meskipun bersifat sementara, keluhan ini cukup mengganggu aktivitas harian. Mengatur pola makan dan posisi tidur yang tepat bisa membantu meredakannya.
Obat penghilang nyeri, aspirin, atau obat hipertensi kadang menimbulkan efek samping berupa gangguan lambung. Konsultasi dengan dokter penting jika obat yang dikonsumsi memperburuk gejala refluks.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media