Trend . 03/10/2025, 11:13 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Perubahan penglihatan seperti pandangan ganda, kabur, atau hilang sebagian sering disalahartikan sebagai gangguan mata biasa. Padahal, kondisi ini bisa terjadi karena stroke yang mengenai bagian otak pengatur penglihatan.
Tubuh terasa lemah, sulit fokus, dan bingung sering dianggap akibat kurang istirahat. Namun, kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh harus dicurigai sebagai gejala serius.
Ucapan tidak jelas, cadel, atau sulit merangkai kata sering dianggap sebagai efek gugup atau grogi. Padahal, gangguan bicara yang datang mendadak sangat khas pada penderita stroke.
Kelemahan pada lengan atau kaki mendadak kerap disangka otot tertarik atau keseleo. Padahal, kehilangan kekuatan di salah satu sisi tubuh merupakan tanda paling sering pada serangan stroke.
Selain ciri-ciri yang samar, ada beberapa faktor lain yang membuat stroke telat ditangani, antara lain:
Rendahnya kesadaran masyarakat tentang bahaya stroke
Kurangnya informasi mengenai gejala awal
Kebiasaan menunda pemeriksaan medis
Pola pikir bahwa stroke hanya menyerang orang tua
Anggapan keluhan akan hilang sendiri dengan istirahat
Semua hal ini membuat pasien sering datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah parah.
Agar tidak salah mengartikan ciri-ciri stroke, para pakar kesehatan mengenalkan metode sederhana bernama FAST:
Face: Amati apakah wajah tiba-tiba mencong atau asimetris
Arm: Coba angkat kedua tangan, apakah salah satu terasa lemah
Speech: Perhatikan apakah bicara menjadi cadel atau sulit dipahami
Time: Jika tanda muncul, segera cari pertolongan medis tanpa menunda
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media