Trend . 26/10/2025, 22:04 WIB

Wajib Tiru! Raisa dan Hamish Daud Pilih Co-Parenting Demi Zalina, Solusi Cerdas Jaga Psikis Anak Pasca Perceraian

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

Akhiri Pernikahan, Raisa dan Hamish Daud Tunjukkan Kedewasaan Demi Sang Putri

fin.co.id - Keputusan mengejutkan datang dari pasangan selebriti papan atas, Raisa Andriana dan Hamish Daud. Keduanya memilih mengakhiri bahtera rumah tangga mereka, sebuah kabar yang sontak menjadi sorotan publik dan menimbulkan kegaduhan di media sosial. Namun, di tengah keputusan pahit ini, ada satu langkah bijak yang patut kita apresiasi dan jadikan pelajaran: komitmen co-parenting demi putri semata wayang mereka, Zalina.

Dalam pernyataan perpisahan resmi yang mereka rilis, Raisa dan Hamish menegaskan bahwa, meskipun status suami-istri telah usai, mereka akan tetap hadir bersama sebagai co-parents terbaik. Langkah ini menunjukkan kedewasaan dan kematangan emosional yang tinggi, sebab mereka memprioritaskan kepentingan dan psikis anak di atas perselisihan pribadi masa lalu.

Lantas, mengapa pilihan untuk menjalankan pola asuh co-parenting menjadi sangat penting, dan bagaimana cara pasangan ini meminimalkan dampak negatif perceraian pada Zalina?

Co-Parenting: Solusi Terbaik Menjaga Tumbuh Kembang Anak

Masyarakat seringkali mengira perceraian berarti akhir dari segala hubungan. Padahal, bagi orang tua, yang berakhir hanyalah status suami-istri; status ayah dan ibu akan tetap melekat selamanya. Di sinilah konsep co-parenting mengambil peran sentral.

Co-parenting adalah sebuah pola pengasuhan di mana kedua orang tua yang telah berpisah (bercerai) bekerja sama secara sinergis dan kooperatif untuk membesarkan anak. Jadi, ini bukan lagi tentang konflik pribadi, melainkan tentang kerjasama tim yang solid demi masa depan anak.

Iswan Saputro, M.Psi., seorang Psikolog, menjelaskan bahwa co-parenting adalah solusi terbaik untuk memastikan anak tetap tumbuh dengan baik, meskipun ayah dan ibunya tidak lagi tinggal serumah.

"Tujuan utama dari co-parenting adalah agar anak tetap merasakan cinta dan perhatian penuh dari ayah dan ibunya. Ini tentang bekerja sama, bukan lagi tentang konflik pribadi masa lalu," jelas Iswan, menegaskan pentingnya kolaborasi orang tua pasca perpisahan.

Kunci Sukses Co-Parenting ala Raisa dan Hamish

Komitmen Raisa dan Hamish Daud untuk menjadi co-parents yang solid harus diikuti dengan strategi yang tepat agar pola asuh ini benar-benar efektif. Menurut Psikolog Iswan Saputro, ada tiga kunci utama yang wajib dipegang teguh:

  1. Komunikasi yang Sehat dan Kooperatif: Orang tua wajib mampu mengesampingkan emosi dan luka pribadi. Mereka harus fokus pada komunikasi yang logis, kooperatif, dan hanya terkait kebutuhan anak. Hindari menggunakan anak sebagai saluran pesan atau mediator.
  2. Konsistensi Aturan dan Disiplin: Kedua orang tua perlu menyepakati dan menerapkan aturan, disiplin, dan jadwal pengasuhan yang konsisten di kedua rumah. Inkonsistensi justru dapat membuat anak bingung, merasa tertekan, dan berpotensi memanfaatkan perbedaan aturan tersebut.
  3. Prioritas Anak di Atas Ego: Semua keputusan penting, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan anak, harus selalu diprioritaskan di atas ego dan perselisihan orang tua. Anak tidak boleh menjadi objek konflik.

Dampak Nyata Co-Parenting pada Psikis Anak

Keputusan Raisa dan Hamish untuk menerapkan co-parenting yang kompak sangat vital dalam meminimalkan dampak negatif perceraian pada psikis Zalina. Ketika pola asuh kooperatif ini dijalankan dengan baik, manfaat yang dirasakan anak sangat signifikan:

Pertama, anak mendapatkan Rasa Aman dan Stabil. Ia akan tahu bahwa meskipun ayah dan ibunya tidak lagi bersama sebagai pasangan, mereka masih ada dan hadir sepenuhnya sebagai orang tua untuknya. Stabilitas ini sangat penting di masa transisi.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com