Trend . 26/10/2025, 22:04 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Kedua, anak mendapatkan Role Model Pemecahan Masalah yang Positif. Anak belajar bahwa konflik orang dewasa dapat diselesaikan secara damai dan dewasa. Mereka melihat ayah dan ibu tetap bisa bekerja sama meskipun ada perbedaan, yang akan menjadi role model penting bagi perkembangan sosial dan kemampuan mengelola emosinya di masa depan.
Ketiga, pola asuh yang kooperatif dapat Mencegah Masalah Emosional serius. Co-parenting terbukti mampu menurunkan tingkat stres, kecemasan, atau bahkan risiko depresi pada anak akibat perpisahan orang tua.
Iswan Saputro menambahkan, "Sikap Raisa dan Hamish yang meminta publik untuk menjaga ruang pribadi demi keamanan anak adalah langkah yang sangat bijaksana. Anak harus dijauhkan dari pusaran masalah orang tuanya." Dengan demikian, pasangan ini menunjukkan bahwa meskipun cinta sebagai suami-istri telah usai, tanggung jawab serta cinta sebagai orang tua akan terus berlanjut. Mereka memberikan contoh terbaik bagi para pasangan bercerai di luar sana untuk tetap mendahulukan kepentingan psikologis anak. - Hasyim Ashari/Disway -
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media