Trend . 28/10/2025, 15:53 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Tren membeli pakaian bekas atau thrifting makin populer di kalangan anak muda. Selain ramah di kantong, pilihan modelnya juga beragam. Namun, di balik itu ada risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arini Widodo, SM, SpDVE, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tanda-tanda infeksi kulit yang bisa muncul setelah mengenakan pakaian bekas.
“Kita perlu segera mencari pertolongan medis bila setelah memakai pakaian thrifted muncul ruam kemerahan, rasa gatal hebat terutama malam hari, bentol berisi cairan atau nanah, lesi bersisik melingkar, atau benjolan kecil mengilat seperti mutiara,” ujar dr. Arini dikutip dari ANTARA, Selasa.
Gejala tersebut bisa menandakan berbagai infeksi kulit, mulai dari dermatitis iritan, skabies, infeksi bakteri sekunder, tinea (jamur kulit), hingga moluskum kontagiosum.
Menurut dr. Arini, salah satu tanda paling umum dari infeksi akibat pakaian thrift adalah ruam kemerahan yang cepat menyebar. Ruam seperti ini biasanya disertai rasa gatal yang intens dan tidak membaik meski sudah lewat beberapa hari.
“Bila gejala-gejala tersebut muncul, penting untuk segera berkonsultasi ke dokter kulit agar diagnosis dan pengobatan yang tepat bisa diberikan sejak dini,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, risiko infeksi meningkat ketika seseorang mencoba pakaian bekas langsung di kulit tanpa pelapis seperti baju dalam.
Untuk menghindari infeksi kulit akibat pakaian thrift, masyarakat disarankan mengikuti langkah pencegahan berikut:
Pemerintah Indonesia juga menyoroti praktik impor pakaian bekas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa impor balpres atau baju bekas dalam karung akan kembali dilarang.
Menurutnya, pelaku impor tidak hanya akan dipidana, tapi juga dikenai denda tambahan. Ia menilai negara akan rugi besar jika hanya memenjarakan pelaku dan memusnahkan barang bukti, karena biaya pemusnahan cukup tinggi.
Dari sisi kesehatan, larangan ini juga penting. Pakaian bekas impor bisa menjadi media pertumbuhan jamur, bakteri, virus, bahkan tungau. Jika tidak disterilkan dengan benar, agen infeksi tersebut dapat menular ke pembeli.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media