Coco Chanel mendesain tas ini pertama kali pada tahun 1929, namun ia melakukan revolusi besar beberapa tahun kemudian dengan menambahkan tali bahu. Inovasi ini mengubah cara wanita membawa tas di era tersebut. Pada tahun 2005, Karl Lagerfeld memperkenalkan kembali model ini untuk mempertahankan relevansinya.
Pengecer daring ternama, Bag Hunter, mencatat bahwa nilai jual Chanel 2.55 menanjak drastis sebesar 70 persen hanya dalam waktu enam tahun. Modelnya yang abadi dan permintaan pasar yang selalu tinggi menjadikan tas ini aset yang sangat likuid di pasar barang mewah.
3. Louis Vuitton Speedy: Klasik dan Fungsional
Tas Channel
Louis Vuitton memiliki banyak koleksi populer seperti Multi Pochette, namun tipe Speedy Bandoulière tetap menjadi primadona investasi yang stabil. Desain ikonis yang muncul sejak tahun 1930 ini awalnya ditujukan sebagai tas perjalanan (travel bag).
Seiring berjalannya waktu, Louis Vuitton menyesuaikan ukurannya agar cocok untuk aktivitas harian tanpa menghilangkan siluet aslinya yang khas. Mengutip data dari Designer Vintage, tas Speedy mengalami kenaikan nilai jual sekitar 2,5 persen pada tahun 2021. Angka ini diprediksi terus merangkak naik seiring dengan kenaikan harga retail tahunan dari rumah mode asal Prancis tersebut.
4. Hermès Kelly: Pesona Struktur yang Tangguh