Trend . 08/01/2026, 14:56 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
Standard Ketogenic Diet (SKD): Komposisi nutrisi terdiri dari 70 persen lemak, 20 persen protein, dan hanya 10 persen karbohidrat.
High-Protein Ketogenic Diet: Metode ini sedikit meningkatkan porsi protein menjadi 35 persen, dengan 60 persen lemak dan 5 persen karbohidrat.
Bagi Anda yang aktif berolahraga atau binaragawan, terdapat variasi lain seperti Cyclical Ketogenic Diet (CKD) yang memungkinkan Anda "mengisi ulang" karbohidrat pada hari-hari tertentu.
Daftar Makanan: Apa yang Boleh dan Tidak?
Keberhasilan diet keto sangat bergantung pada kejujuran Anda dalam memilih menu harian. Anda harus mengutamakan bahan makanan berikut:
Protein Berkualitas: Daging sapi, ayam, telur kaya omega-3, dan ikan berlemak seperti makarel atau tuna.
Lemak Sehat: Minyak zaitun, minyak alpukat, mentega asli (butter), dan keju.
Sayuran Rendah Karbo: Sayuran hijau, tomat, bawang, dan cabai.
Sebaliknya, Anda wajib menjauhi makanan berikut agar tidak keluar dari kondisi ketosis:
Sumber Glukosa: Nasi, gandum, pasta, sereal, dan segala jenis umbi-umbian (kentang/ubi).
Gula Tambahan: Soda, jus buah kemasan, es krim, dan permen.
Lemak Buruk: Minyak sayur olahan dan mayones komersial yang tinggi gula.
Batasan Waktu dan Risiko Jangka Panjang
Para ahli kesehatan sangat menyarankan agar masyarakat tidak menjalankan diet keto secara permanen. Durasi yang ideal berkisar antara 2 hingga 3 minggu, dengan batas maksimal satu tahun untuk kasus medis tertentu.
Risiko gangguan kesehatan seperti batu ginjal, kekurangan nutrisi mikro, hingga gangguan fungsi hati membayangi jika Anda melakukan diet ini tanpa pengawasan ahli dalam jangka panjang. Setelah mencapai target berat badan tertentu, segera transisi ke pola makan gizi seimbang dan gaya hidup aktif guna menjaga stabilitas metabolisme tubuh.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media