Religi . 16/01/2026, 13:23 WIB

Rahasia Doa Nabi Sulaiman: Kunci Kekayaan Tanpa Tanding dalam Sejarah Manusia

Penulis : Ari Nur Cahyo  |  Editor : Ari Nur Cahyo

fin.co.id - Kekayaan melimpah sering kali menjadi dambaan bagi setiap orang yang hidup di dunia. Namun, dalam catatan sejarah peradaban Islam, tidak ada satu pun manusia yang mampu menandingi kemegahan dan kekuasaan Nabi Sulaiman AS. Sang raja sekaligus nabi ini memiliki kekayaan yang begitu fantastis hingga kunci-kunci perbendaharaan hartanya saja memerlukan ratusan unta untuk mengangkutnya.

Banyak orang bertanya-tanya, apa rahasia di balik keberuntungan luar biasa ini? Ternyata, kekayaan tersebut bukan sekadar warisan atau hasil kerja keras semata, melainkan buah dari sebuah doa khusus yang ia panjatkan langsung kepada Allah SWT. Nabi Sulaiman mengajarkan sebuah literasi spiritual bahwa harta dan kekuasaan merupakan titipan yang bermula dari kerendahan hati seorang hamba di hadapan Tuhannya.

Mengutip buku 7 Kode Rahasia Al-Fatihah karya Miftahur Rahman, Nabi Sulaiman AS merupakan salah satu manusia paling beruntung yang pernah menginjakkan kaki di bumi. Allah SWT memberikan kemuliaan kepadanya secara berlapis-lapis. Ia tidak hanya menyandang status sebagai nabi, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan penghuni langit dan bumi.

Allah SWT mengangkat Sulaiman sebagai raja bagi seluruh kaum Bani Israil dengan fasilitas yang tidak masuk akal bagi manusia biasa. Ia memiliki istana megah yang lantainya terbuat dari kaca transparan, mampu memerintah angin sebagai kendaraannya, hingga membawahi bala tentara yang terdiri dari manusia, hewan, bahkan golongan jin yang kasat mata. Segala kekuatan ini berasal dari satu pintu: doa yang tulus.

Membedah Doa Nabi Sulaiman dalam Surah Sad

Nabi Sulaiman AS memohon kekuasaan dan harta bukan karena ketamakan, melainkan sebagai sarana untuk menegakkan ketauhidan di muka bumi. Doa fenomenal ini tercantum secara abadi dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surah Sad ayat 35:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَّا يَنبَغِي لِأَحَدٍ مِّنْ بَعْدِي ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

Rabbighfir lii wahab lii mulkal laa yambaghii li-ahadim mim ba'dii innaka antal wahhaab.

Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Pemberi."

Jika kita mencermati urutan doa tersebut, Nabi Sulaiman mengawali permohonannya dengan kalimat "Ampunilah aku" (Rabbighfir lii). Hal ini menunjukkan bahwa syarat utama agar doa terkabul adalah dengan membersihkan diri melalui istigfar sebelum meminta kenikmatan duniawi. Ia mengakui bahwa Allah adalah Al-Wahhab, Dzat yang Maha Memberi tanpa mengharap imbalan.

Tiga Permintaan di Baitul Maqdis

Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amru bin Al-'Ash menjelaskan momentum spesifik saat Nabi Sulaiman memanjatkan doa tersebut. Syaikh Hamid Ahmad dalam bukunya Kisah-Kisah dalam Al-Qur'an menyebutkan bahwa Nabi Sulaiman memohon tiga perkara besar saat ia selesai membangun Baitul Maqdis.

Pertama, ia meminta hikmah atau kemampuan memutus perkara dengan bijaksana, dan Allah mengabulkannya. Kedua, ia meminta kerajaan yang tidak tertandingi oleh siapa pun setelahnya, yang juga Allah kabulkan hingga ia mampu memerintah jin dan hewan.

Ketiga, Nabi Sulaiman memohon agar setiap orang yang keluar dari rumahnya dengan tujuan murni untuk shalat di Masjid Baitul Maqdis, keluar dalam keadaan bersih dari dosa seperti bayi yang baru lahir. Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau sangat berharap Allah juga mengabulkan permohonan yang ketiga ini untuk umat Islam.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com