Trend . 24/05/2026, 17:43 WIB

Bahaya Memakai Earbud Saat Tidur: Kenali Risiko Infeksi dan Potensi Kerusakan Telinga

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id – Tidur nyenyak malam hari menjadi idaman bagi setiap orang. Demi memicu rasa kantuk, banyak orang sengaja memasang earbud saat tidur sambil mendengarkan musik yang menenangkan, meditasi terpandu, podcast yang membosankan, hingga suara latar seperti white noise, pink noise, atau brown noise.

Langkah ini mereka lakukan untuk meredam suara gangguan luar seperti klakson kendaraan, dengkuran pasangan, atau pikiran yang sedang bergejolak.

Secara ilmiah, kebiasaan ini sebenarnya memiliki dampak positif. Sebuah studi kecil terhadap pekerja perawatan kesehatan—kelompok yang berisiko tinggi mengalami gangguan tidur—menunjukkan bahwa memakai earbud mampu meningkatkan kualitas tidur dan membuat tubuh terasa lebih segar saat terbangun.

Meski begitu, apakah kebiasaan ini sepenuhnya aman untuk kesehatan indra pendengaran kita? Para dokter spesialis telinga menjelaskan bahwa meskipun kebiasaan ini umumnya boleh-boleh saja, ada beberapa faktor risiko kesehatan penting yang wajib Anda pertimbangkan sebelum memejamkan mata.

Risiko Kelembapan dan Ancaman Infeksi Saluran Telinga

Telinga manusia secara alami memiliki bukaan yang berfungsi untuk menangkap suara sekaligus menjadi jalan keluar bagi kelembapan. Saat Anda memasukkan headphone in-ear, terutama jenis kedap suara yang memiliki label noise isolating (isolasi kebisingan), Anda secara tidak langsung menutup jalan keluar tersebut.

Dr. Jennifer Alyono, seorang profesor madya klinis bedah kepala dan leher di Stanford Medicine, menjelaskan bahwa earbud dapat memerangkap kelembapan di dalam. Kondisi ini menciptakan tempat berkembang biak yang ideal bagi bakteri, sehingga berpotensi meningkatkan risiko infeksi telinga.

Risiko ini semakin tinggi jika Anda terbiasa mandi di malam hari sebelum tidur. Menurut Dr. Carrie Nieman, ahli bedah THT sekaligus profesor madya di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, mandi malam membuat volume air yang terjebak di dalam telinga menjadi lebih banyak. Untuk mengatasinya, ia menyarankan Anda mengeringkan telinga menggunakan pengering rambut (hairdryer) dengan pengaturan rendah dan jarak yang aman dari kepala.

Secara umum, bahaya infeksi ini memang tidak terlalu besar, tetapi potensi risikonya akan meningkat drastis pada orang-orang dengan kondisi berikut:

  • Individu yang dasarnya rentan terhadap infeksi telinga.
  • Mengalami iritasi kulit atau memiliki luka terbuka di area telinga.
  • Sudah memiliki kerusakan pada bagian gendang telinga sebelumnya.

Jika Anda mulai merasakan gejala seperti nyeri, rasa tidak nyaman, gatal yang berkepanjangan, atau munculnya cairan berbau dari dalam telinga, itu bisa menjadi tanda nyata bahwa telinga Anda telah terkena infeksi.

Penumpukan Kotoran dan Bahaya Volume Suara Keras

Masalah lain yang mengintai adalah penumpukan kotoran telinga. Dr. Zachary Schwam, seorang ahli bedah telinga di Mount Sinai Health System, New York City, memaparkan bahwa earbud bisa mengganggu proses pembersihan alami telinga. Alat ini bahkan berisiko mendorong kotoran masuk lebih dalam ke saluran telinga. Petunjuk mudahnya bisa Anda lihat jika ada kotoran yang menempel di ujung earbud setelah digunakan.

Meskipun tidak semua orang langsung merasakan gejalanya, Anda harus waspada jika mulai merasakan tanda-tanda gangguan seperti:

  • Pendengaran terasa teredam atau kurang jelas di siang hari.
  • Munculnya sensasi tekanan atau rasa penuh di dalam telinga.
  • Rasa gatal yang mengganggu atau muncul suara berdenging (tinnitus).

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com