Otomotif . 20/01/2026, 02:49 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Kedua, kondisi minyak rem. Minyak rem bersifat hidroskopis, menyerap air.
Kandungan air yang tinggi menurunkan titik didihnya, berpotensi menyebabkan rem blong (vapor lock).
Lakukan pengurasan minyak rem setidaknya setiap dua tahun sekali untuk menjaga performa optimal.
Ketiga, setelan jarak main pedal rem.
Pastikan jarak main bebas pedal tidak terlalu dalam atau terlalu dangkal.
Setelan yang pas memberikan *feeling* pengereman yang lebih akurat, memungkinkan pengereman bertahap tanpa mengunci roda.
Meskipun banyak mobil modern dilengkapi sistem ABS (Anti-lock Braking System), kewaspadaan tetap utama.
Hindari melakukan pengereman mendadak secara frontal di jalan yang licin.
Untuk kendaraan tanpa ABS, gunakan metode *pulse braking*, yakni pengereman perlahan dan berulang.
Teknik ini mencegah ban kehilangan traksi secara tiba-tiba.
Manfaatkan juga *engine brake* dengan menurunkan gigi ke posisi lebih rendah.
Hal ini membantu mengurangi beban kerja rem dan mencegah rem menjadi terlalu panas.
Tetap jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, minimal tiga hingga empat mobil.
Ini memberikan ruang ekstra untuk bereaksi jika terjadi pengereman darurat. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media