Menghadapi curah hujan yang tinggi membutuhkan kewaspadaan ekstra dari para pengemudi.
Perawatan ban dan sistem pengereman menjadi kunci utama untuk menjaga keamanan di jalan.
1. Tekanan Angin Ban: Jangan Asal Kempes!
Beredar mitos yang menyesatkan bahwa mengurangi tekanan angin ban saat hujan dapat meningkatkan cengkeraman.
Kenyataannya, tekanan angin ban yang kurang justru memperbesar risiko aquaplaning.
Alur ban (tread) tidak dapat terbuka sempurna untuk membuang air secara efektif.
Pastikan Anda selalu mengikuti spesifikasi tekanan angin standar dari pabrikan kendaraan.
Informasi ini biasanya tertera di pilar pintu mobil atau lengan ayun motor Anda.
Lakukan pengecekan tekanan angin setidaknya seminggu sekali, saat kondisi ban masih dalam keadaan dingin.
Tekanan yang tepat memastikan seluruh permukaan ban menempel rata pada permukaan jalan.
Ban yang kurang angin juga berpotensi meningkatkan suhu ban lebih cepat dan merusak struktur kawat di dalamnya.
Jika Anda merasakan tarikan kendaraan mulai berat, segera isi angin di SPBU terdekat.
Hal ini merupakan indikasi awal bahwa tekanan ban kendaraan Anda mulai menurun drastis.
2. Kedalaman Alur Ban: Saatnya Ganti Jika Sudah Tipis
Ban memiliki penanda keausan yang disebut TWI (Tread Wear Indicator).