Religi . 24/01/2026, 16:11 WIB
Penulis : Sahroni | Editor : Sahroni
Sementara itu, Nahdlatul Ulama hingga kini belum mengumumkan tanggal pasti awal puasa. Organisasi ini tetap berpegang pada metode hisab imkan rukyat yang menggabungkan perhitungan astronomi dan observasi langsung hilal.
Bagi NU, rukyat memiliki posisi penting sebagai penentu akhir sebelum keputusan diumumkan ke publik. Karena itu, kepastian dari NU terkait awal 1 Ramadhan 2026 baru akan disampaikan setelah proses pemantauan hilal selesai dilakukan.
Perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan bukan hal baru di Indonesia. Setiap lembaga memiliki dasar keilmuan dan metode yang sah dalam menentukan awal bulan Hijriah. Baik pemerintah, Muhammadiyah, maupun NU sama sama bertujuan memastikan ibadah umat Islam berjalan sesuai tuntunan.
Sambil menunggu keputusan resmi pemerintah, masyarakat diimbau tetap tenang dan menyaring informasi dari sumber tepercaya. Yang terpenting, persiapan menyambut bulan suci bisa dilakukan sejak dini agar ibadah Ramadhan 2026 dijalani dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media