Trend . 29/01/2026, 14:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Menu ini membantu menghidrasi tubuh sekaligus memberikan rasa manis alami yang menenangkan.
Setelah tubuh beradaptasi, menu utama dapat disajikan dengan komposisi yang lebih lengkap.
Nasi putih atau nasi merah dapat menjadi sumber karbohidrat utama, disesuaikan dengan kebiasaan keluarga.
Lauk berbasis protein seperti ayam panggang, ayam semur tanpa lemak berlebih, ikan bakar, atau tahu dan tempe menjadi pilihan yang relatif aman untuk semua usia.
Sayuran sebaiknya tidak diabaikan. Sayur bening bayam, sup wortel dan kentang, atau tumis buncis dan brokoli dengan sedikit minyak dapat membantu memenuhi kebutuhan serat.
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan setelah puasa, sebagaimana dijelaskan dalam laporan World Health Organization mengenai pola makan seimbang.
Anak-anak dan lansia sering kali membutuhkan tekstur makanan yang lebih lembut.
Bubur ayam dengan kuah ringan, sup ayam bening, atau perkedel kentang panggang dapat menjadi alternatif yang mudah dikunyah dan ditelan. Penggunaan bumbu sebaiknya tidak terlalu kuat agar tidak mengiritasi lambung.
Penelitian yang dipublikasikan oleh National Institute on Aging menekankan bahwa makanan dengan tekstur lembut dan kandungan protein cukup dapat membantu menjaga energi dan massa otot pada usia lanjut.
Prinsip ini dapat diterapkan dalam menu berbuka puasa keluarga agar lansia tetap nyaman dan anak-anak tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
Minuman manis sering menjadi favorit saat berbuka, tetapi sebaiknya dipilih secara bijak.
Jus buah segar tanpa tambahan gula, air kelapa muda, atau teh hangat tanpa pemanis berlebihan dapat menjadi pendamping yang lebih aman. Minuman ini membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa tanpa memicu rasa begah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media