Trend . 13/02/2026, 12:15 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Rasa kantuk di siang hari saat Ramadan adalah keluhan yang hampir selalu muncul setiap tahun. Perubahan jam tidur, bangun lebih dini untuk sahur, serta aktivitas malam yang lebih panjang sering membuat tubuh kekurangan istirahat. Akibatnya, konsentrasi menurun, produktivitas terganggu, dan suasana hati menjadi kurang stabil.
Kondisi ini bukan sekadar sugesti. Perubahan pola tidur selama Ramadan memang memengaruhi ritme sirkadian tubuh. National Sleep Foundation dalam laporan “Sleep Health Index” menjelaskan bahwa kurang tidur yang berlangsung beberapa hari saja sudah dapat menurunkan fokus dan kewaspadaan. Karena itu, mengatur strategi selama Ramadan menjadi penting agar tubuh tetap segar sepanjang hari.
Kunci utama agar tidak mudah mengantuk adalah menjaga durasi dan kualitas tidur. Idealnya, orang dewasa membutuhkan 7–9 jam tidur per malam, sebagaimana direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention.
Jika waktu tidur terpotong karena sahur, total jam istirahat dapat dibagi menjadi dua fase. Misalnya tidur lebih awal setelah tarawih, lalu menambahkan tidur singkat setelah Subuh jika memungkinkan. Konsistensi waktu tidur membantu tubuh beradaptasi dengan jadwal baru.
Hindari kebiasaan tidur terlalu larut hanya karena merasa masih memiliki waktu luang di malam hari. Tubuh tetap membutuhkan pola yang teratur.
Banyak orang memilih melewatkan sahur karena ingin tidur lebih lama. Padahal, sahur memiliki peran penting dalam menjaga energi sepanjang hari.
Pilih menu yang mengandung:
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum
Protein seperti telur atau ayam
Sayur dan buah
Air putih yang cukup
Karbohidrat kompleks membantu pelepasan energi secara perlahan, sehingga tubuh tidak cepat lemas. Harvard T.H. Chan School of Public Health dalam konsep pola makan seimbang menekankan pentingnya kombinasi karbohidrat, protein, dan serat untuk menjaga stabilitas energi.
Makanan atau minuman tinggi gula memang memberi energi cepat, tetapi efeknya tidak bertahan lama. Lonjakan gula darah akan diikuti penurunan drastis beberapa jam kemudian, yang memicu rasa lemas dan kantuk.
British Nutrition Foundation menjelaskan bahwa kestabilan kadar gula darah sangat penting untuk menjaga konsentrasi dan stamina. Karena itu, batasi konsumsi teh manis pekat, sirup, atau makanan tinggi gula saat sahur.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media