Tips Puasa Ramadan agar Tidak Gampang Ngantuk di Siang Hari

lifestyle.fin.co.id - 13/02/2026, 12:15 WIB

Tips Puasa Ramadan agar Tidak Gampang Ngantuk di Siang Hari

Tidur Siang, Image: Hoahoa111 / Pixabay

Tidur singkat selama 20–30 menit di siang hari dapat membantu memulihkan energi tanpa membuat tubuh terasa berat saat bangun. Power nap sebaiknya tidak lebih dari 30 menit agar tidak masuk fase tidur dalam.

Beberapa penelitian dalam Sleep Medicine Reviews menunjukkan bahwa tidur siang singkat dapat meningkatkan kewaspadaan dan performa kognitif. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu istirahat makan siang untuk beristirahat sejenak.

Tetap Aktif dengan Gerakan Ringan

Duduk terlalu lama justru membuat tubuh semakin mengantuk. Lakukan peregangan ringan setiap satu atau dua jam. Berjalan sebentar, menggerakkan bahu dan leher, atau sekadar berdiri dapat membantu melancarkan sirkulasi darah.

Aktivitas ringan membantu otak tetap terstimulasi sehingga rasa kantuk berkurang.

Perhatikan Paparan Cahaya

Cahaya alami membantu tubuh tetap terjaga. Jika bekerja di dalam ruangan, usahakan berada di area yang cukup terang. Paparan cahaya membantu mengatur ritme sirkadian dan meningkatkan kewaspadaan.

Sebaliknya, hindari penggunaan gawai berlebihan pada malam hari karena cahaya biru dapat mengganggu produksi melatonin dan menurunkan kualitas tidur.

Jaga Hidrasi saat Berbuka dan Sahur

Dehidrasi ringan dapat memicu rasa lelah dan sakit kepala. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dengan pola minum teratur antara berbuka dan sahur.

Centers for Disease Control and Prevention menekankan bahwa hidrasi cukup berperan penting dalam menjaga fungsi otak dan energi tubuh. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik.

Kesimpulan

Rasa kantuk di siang hari saat Ramadan bukan hal yang tidak bisa diatasi. Dengan menjaga konsistensi tidur, memilih menu sahur yang tepat, membatasi gula berlebih, serta memanfaatkan tidur singkat, tubuh tetap dapat berfungsi optimal sepanjang hari.

Berbagai panduan kesehatan internasional menunjukkan bahwa kualitas tidur, kestabilan gula darah, dan hidrasi memiliki peran besar dalam menjaga energi dan konsentrasi. Ramadan bukan alasan untuk menurunkan produktivitas, melainkan kesempatan untuk melatih disiplin dan keseimbangan hidup.

Dengan strategi yang tepat, puasa dapat dijalani dengan tubuh yang lebih segar, fokus tetap terjaga, dan aktivitas harian berjalan lancar.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID