fin.co.id - Palembang tidak hanya soal pempek yang sudah mendunia. Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini sebenarnya menyimpan harta karun kuliner takjil unik yang kini statusnya mulai terancam langka. Memasuki momentum Ramadan 2026, kerinduan akan kudapan tradisional tempo dulu kian memuncak, namun mencari keberadaannya di pasar beduk kini butuh usaha ekstra.
Banyak dari kudapan ini hanya muncul secara musiman saat bulan suci atau dalam hajatan adat tertentu. Bagi Anda yang sedang berada di Palembang, mencicipi deretan menu berbuka ini adalah sebuah keharusan sebelum identitas kuliner lokal ini benar-benar tergerus jajanan modern. Mulai dari rasa pedas yang mengejutkan hingga tekstur kenyal peninggalan zaman kolonial, berikut adalah rangkuman kudapan khas yang patut Anda buru.
Daftar Kudapan Legendaris Palembang yang Sulit Ditemukan
Kekayaan rasa kuliner Sumatera Selatan tercermin dari bahan-bahan alaminya seperti tepung beras, santan, dan gula merah. Namun, keunikan nama dan teknik pembuatannya membuat tujuh takjil ini memiliki posisi spesial di hati masyarakat lokal.
1. Gelenak: Sensasi Pedas Merica dalam Balutan Manis
Gelenak menjadi salah satu yang paling unik. Kue berbahan tepung beras dan gula merah ini berbentuk pipih dan kenyal. Namun, jangan terkecoh dengan tampilannya yang manis legit. Gelenak menyimpan sensasi sedikit pedas yang berasal dari taburan merica bubuk di atasnya. Perpaduan rasa ini menciptakan pengalaman rasa yang tak terlupakan, terutama saat Anda menyantapnya dengan kopi hangat saat berbuka.
2. Engkok: Si Angka Delapan yang Gurih
Kudapan ini memiliki bentuk ikonik menyerupai angka delapan atau lingkaran. Terbuat dari campuran tepung gandum, santan, telur, dan mentega, Engkok menawarkan tekstur kering yang renyah. Taburan gula halus di permukaan memberikan keseimbangan rasa gurih dan manis. Sayangnya, kue yang dahulu merajai pasar tradisional ini sekarang sudah mulai jarang terlihat di lapak penjual takjil.
3. Kue Kamer: Lembut dengan Topping Kelapa Gula Merah
Meskipun namanya terdengar serupa dengan kue kamir dari Jawa Tengah, Kue Kamer asli Palembang memiliki identitas berbeda. Kue ini memiliki tekstur lembut di dalam dengan topping parutan kelapa yang berpadu sempurna dengan gula merah. Seiring perkembangan zaman, beberapa perajin mulai menambahkan topping modern seperti keju dan cokelat untuk menarik minat generasi muda.
4. Ponter (Puntir): Gurihnya Beras dalam Balutan Daun Pisang
Ponter atau Puntir adalah bukti ketelatenan masyarakat Palembang dalam mengolah karbohidrat. Berbahan dasar beras dan kelapa parut, adonan ini dibungkus daun pisang berbentuk segitiga yang presisi lalu direbus. Aroma daun pisang yang meresap ke dalam adonan gurih memberikan wangi khas yang menggugah selera.
"Keberadaan tujuh takjil unik ini menjadi bagian dari kekayaan kuliner Palembang yang patut dilestarikan. Di tengah menjamurnya jajanan modern, kudapan tradisional ini menyimpan cerita dan cita rasa khas yang tak lekang oleh waktu," sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber kuliner Sumatera Selatan.