Religi . 24/02/2026, 11:02 WIB

Zakat Fitrah Sebaiknya Dibayarkan dalam Bentuk Uang atau Beras

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim menjelang akhir bulan Ramadan. Tujuan utamanya adalah membersihkan diri dari perbuatan sia-sia selama berpuasa dan membantu mereka yang membutuhkan agar ikut merayakan Idul Fitri dengan layak.

Dalam Al-Quran dan hadis, zakat fitrah diwajibkan berupa makanan pokok yang umum dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Satu sha’ kurma atau gandum bagi setiap orang merdeka atau budak” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Tradisi lama mengutamakan zakat fitrah berupa bahan makanan seperti beras, kurma, atau gandum. Namun, seiring perkembangan zaman, banyak lembaga zakat dan pemerintah lokal mulai menerima zakat fitrah dalam bentuk uang. Pilihan ini menimbulkan perdebatan: manakah yang lebih tepat, uang atau beras?

Kelebihan Memberikan Zakat Fitrah dalam Bentuk Beras

Memberikan zakat fitrah dalam bentuk beras memiliki kelebihan dari sisi tradisi dan kepastian kebutuhan. Penerima zakat langsung memperoleh makanan pokok yang bisa dikonsumsi saat Idul Fitri. Ini sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW dan menjamin bahwa zakat digunakan untuk kebutuhan dasar.

Selain itu, bentuk beras lebih mudah disalurkan secara langsung. Lembaga zakat dapat mendistribusikan beras ke keluarga miskin tanpa harus membeli terlebih dahulu. Hal ini mengurangi risiko fluktuasi harga pangan di pasaran dan memastikan penerima mendapatkan jumlah yang sesuai.

Kelebihan Memberikan Zakat Fitrah dalam Bentuk Uang

Memberikan zakat fitrah dalam bentuk uang memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi. Uang memungkinkan penerima zakat menyesuaikan kebutuhan mereka sendiri, baik untuk membeli makanan pokok maupun keperluan mendesak lainnya. Dengan cara ini, zakat bisa lebih efisien dan tepat sasaran.

Selain itu, zakat dalam bentuk uang memudahkan pengelolaan bagi panitia atau lembaga zakat. Mereka bisa membeli bahan pokok sesuai harga pasar, menyesuaikan jumlah penerima, dan bahkan mendukung program sosial lain seperti bantuan pendidikan atau kesehatan.

Penelitian dari Islamic Research and Training Institute menunjukkan bahwa distribusi zakat dalam bentuk uang cenderung meningkatkan kepuasan penerima karena mereka bisa memenuhi kebutuhan yang paling mendesak.

Pertimbangan Memilih Bentuk Zakat

Dalam praktiknya, bentuk zakat fitrah yang dipilih sebaiknya mempertimbangkan kondisi lokal, kebutuhan penerima, dan kemampuan pemberi.

  • Ketersediaan dan harga bahan pokok: Jika harga beras tinggi atau sulit didapatkan, uang mungkin lebih praktis.

  • Preferensi penerima: Di daerah urban, penerima lebih menghargai fleksibilitas uang. Di desa, beras bisa lebih bermanfaat.

  • Tujuan sosial dan budaya: Memberikan beras mendukung tradisi dan rasa kebersamaan saat Idul Fitri, sedangkan uang mendukung kebutuhan modern.

Banyak ulama sepakat bahwa hukum memberikan zakat fitrah dalam bentuk uang sah sepanjang nilainya setara dengan jumlah beras atau makanan pokok yang diwajibkan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com