Padahal secara ilmiah, berat badan tetap ditentukan oleh keseimbangan antara kalori yang masuk dan yang keluar.
Kesimpulan
Kenaikan berat badan saat Ramadan bukanlah hal yang aneh. Penyebab utamanya bukan pada puasanya, melainkan pada pola makan, kualitas makanan, aktivitas fisik, dan pola tidur yang berubah selama bulan tersebut.
Ilmu gizi modern menegaskan bahwa tubuh tetap bekerja berdasarkan prinsip keseimbangan energi. Jika asupan kalori lebih tinggi daripada yang dibakar, berat badan akan meningkat, meskipun waktu makan terbatas.
Dengan memilih makanan yang lebih seimbang, mengontrol porsi, menjaga aktivitas fisik, dan memperbaiki kualitas tidur, Ramadan justru dapat menjadi momentum memperbaiki kesehatan metabolik, bukan sebaliknya.
Referensi:
The Nutrition Source: Carbohydrates and Blood Sugar – Harvard T.H. Chan School of Public Health
American Journal of Clinical Nutrition – Eating Rate and Energy Intake
Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour – World Health Organization
British Journal of Nutrition – Protein and Satiety