Trend . 15/03/2026, 10:54 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Karena itu, penderita asam urat disarankan untuk memilih bagian ayam tanpa kulit dan mengonsumsi opor dalam porsi terbatas.
Beberapa keluarga juga menyajikan jeroan seperti hati, paru, usus, atau babat saat Lebaran. Jenis makanan ini termasuk yang paling tinggi kandungan purinnya.
Organ dalam hewan menyimpan banyak zat metabolik yang ketika dicerna dapat menghasilkan asam urat dalam jumlah besar.
Karena itu, penderita asam urat sebaiknya benar-benar menghindari jeroan. Mengonsumsi makanan ini dalam jumlah kecil saja sudah cukup berisiko memicu serangan nyeri sendi.
Selain hidangan utama, meja Lebaran biasanya juga dipenuhi gorengan seperti bakwan, risoles, atau pastel. Makanan ini memang tidak selalu tinggi purin, tetapi kandungan minyak dan lemaknya sangat tinggi.
Lemak berlebih dapat memperlambat metabolisme tubuh sehingga pembuangan asam urat menjadi kurang optimal.
Akibatnya, kadar asam urat dalam darah dapat meningkat dan memicu peradangan pada sendi.
Selain makanan, minuman manis seperti sirup, soda, atau minuman dengan pemanis tambahan juga perlu diwaspadai. Fruktosa dalam gula dapat meningkatkan produksi asam urat di dalam tubuh.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman tinggi gula berkaitan dengan peningkatan risiko serangan asam urat.
Karena itu, lebih baik memilih air putih atau minuman tanpa gula berlebihan saat merayakan Lebaran.
Penderita asam urat sebenarnya tetap bisa menikmati hidangan Lebaran selama memperhatikan porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi. Beberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga kadar asam urat tetap stabil.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media