Lonjakan ini memicu respons hormon dalam tubuh yang dapat memengaruhi tekanan darah. Jika dilakukan setiap hari selama bulan puasa, efeknya bisa semakin terasa.
Kurang Tidur Selama Bulan Puasa
Perubahan jadwal tidur sering terjadi selama Ramadan. Banyak orang tidur lebih larut dan harus bangun lebih awal untuk sahur.
Kurang tidur diketahui dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol. Hormon ini berperan dalam mengatur tekanan darah dan dapat menyebabkan tekanan darah meningkat jika kadarnya terlalu tinggi.
Beberapa penelitian yang dirangkum oleh American Heart Association menunjukkan bahwa kurang tidur memiliki hubungan dengan peningkatan risiko hipertensi.
Konsumsi Kafein Berlebihan
Kopi dan teh sering menjadi minuman favorit setelah berbuka puasa. Namun kafein dapat merangsang sistem saraf dan meningkatkan detak jantung.
Pada sebagian orang, kafein juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar dalam waktu singkat, efek ini bisa lebih terasa.
Stres dan Kelelahan
Puasa tidak selalu berarti aktivitas menjadi lebih ringan. Banyak orang tetap menjalani pekerjaan penuh sepanjang hari.
Stres dan kelelahan dapat memicu pelepasan hormon adrenalin yang meningkatkan aktivitas jantung. Dampaknya adalah tekanan darah dapat naik.
Perubahan Jadwal Konsumsi Obat
Bagi penderita tekanan darah tinggi, perubahan jadwal minum obat saat puasa dapat memengaruhi kestabilan tekanan darah.
Jika obat tidak diminum sesuai waktu yang direkomendasikan dokter, tekanan darah bisa meningkat pada siang hari.
Kondisi ini sering terjadi pada penderita Hipertensi yang belum menyesuaikan jadwal obat selama bulan puasa.