Trend . 24/05/2026, 17:43 WIB

Bahaya Memakai Earbud Saat Tidur: Kenali Risiko Infeksi dan Potensi Kerusakan Telinga

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

Jika gejala itu muncul, Dr. Nieman menyarankan Anda segera menemui dokter untuk pembersihan medis atau menggunakan alat pembersih kotoran telinga yang dijual bebas. Selain itu, sebuah studi kecil menunjukkan bahwa penggunaan perangkat in-ear dalam durasi lama—seperti sepanjang malam, setiap malam—bisa memicu iritasi kulit akibat sensitivitas terhadap bahan pembuat earbud.

Di samping masalah fisik, faktor volume suara juga memegang peranan krusial. Dr. Schwam mengingatkan bahwa paparan suara keras yang terus-menerus bisa mengakibatkan kerusakan pendengaran permanen. Sebagai standar, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan volume percakapan normal berkisar antara 60 hingga 70 desibel dan aman didengar tanpa batas waktu. Namun, mendengarkan suara pada level 80 desibel (setara restoran bising) selama lebih dari 40 jam per minggu dapat merusak pendengaran.

Bagi orang yang sudah mengalami gangguan pendengaran, mereka cenderung menaikkan volume musik pengantar tidur ke tingkat yang berbahaya tanpa sadar. Untuk mencegah hal ini, Anda bisa memanfaatkan fitur pengontrol desibel bawaan di iPhone, fitur perangkat Android, atau mengunduh aplikasi pengukur desibel.

Satu risiko keselamatan lain yang tidak boleh luput menurut Dr. Alyono adalah masalah kewaspadaan lingkungan. Volume yang terlalu keras atau fitur peredam bising (noise-canceling) bisa membuat Anda tidak mendengar suara darurat, seperti alarm detektor asap di rumah Anda sendiri.

Solusi Alternatif Pengganti Earbud Konvensional

Bagi Anda yang merasa mendengarkan audio lewat earbud adalah solusi terbaik untuk tidur tetapi ingin menghindari risiko kesehatan di atas, para pakar memberikan beberapa tips dan alternatif pilihan produk yang lebih aman:

Pilih Earbud yang Longgar: Gunakan earbud yang tidak menutup seluruh saluran telinga secara total agar udara tetap bisa mengalir.

Gunakan Desain Tipis dan Lembut: Pilih produk yang dirancang khusus untuk tidur agar tidak menekan rongga telinga dan memicu rasa sakit.

Headphone Over-The-Ear atau Ikat Kepala (Headband): Model ikat kepala dengan speaker terintegrasi jauh lebih baik karena memberikan aliran udara yang cukup dan tidak memerangkap kelembapan di dalam saluran telinga.

Speaker Bantal Pipih: Anda bisa memasang speaker kecil dan tipis di dalam sarung bantal. Langkah ini efektif membuat Anda tetap bisa menikmati audio tidur tanpa menyakiti telinga sekaligus tidak mengganggu orang lain di samping Anda.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com