Trend . 27/07/2026, 16:39 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id — Kemacetan lalu lintas pada jam berangkat dan pulang kerja selalu menjadi tantangan melelahkan bagi para pengguna motor matic. Situasi jalanan yang padat memaksa pengendara menghadapi kondisi stop and go atau berhenti lalu berjalan kembali secara terus-menerus sepanjang perjalanan.
Kondisi jalanan yang padat merayap ini tidak hanya menguras tenaga dan emosi, tetapi juga membuat konsumsi bahan bakar minyak menjadi jauh lebih boros. Sebagian besar pengendara sering kali mengabaikan fakta bahwa gaya berkendara harian memegang peranan krusial terhadap tingkat efisiensi bakar kendaraan.
Pola akselerasi yang salah saat melintasi kemacetan parah membuat tangki bahan bakar cepat terkuras tanpa disadari. Masyarakat tentu ingin menekan pengeluaran bulanan agar biaya pembelian bensin tidak membengkak secara drastis setiap bulannya.
Mengubah kebiasaan berkendara menjadi kunci utama untuk menjaga efisiensi kendaraan roda dua. Berikut adalah beberapa langkah sederhana dan efektif yang bisa diterapkan setiap hari guna menghemat konsumsi BBM motor matic saat menerobos kemacetan panjang.
1. Kontrol Bukaan Gas dan Pengereman dengan Bijak
Penyebab utama borosnya bahan bakar saat macet berakar dari kebiasaan pengendara yang sering menarik tuas gas secara mendadak. Perilaku agresif ini langsung diikuti dengan pengereman keras ketika kendaraan di depan kembali berhenti secara tiba-tiba.
Pola berkendara impulsif tersebut memaksa mesin bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga instan, sehingga pembakaran bahan bakar menjadi tidak efisien. Pengendara sebaiknya menarik tuas gas secara halus, stabil, dan bertahap setiap kali antrean kendaraan mulai bergerak maju.
Pengemudi cukup menyesuaikan kecepatan secara perlahan tanpa perlu melakukan gebrakan gas yang menghentak. Selain menghemat bahan bakar secara signifikan, teknik berkendara yang halus ini juga membuat perjalanan terasa jauh lebih nyaman dan aman.
Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan turut memberikan keuntungan besar dalam mengatur ritme laju motor. Ruang kosong yang cukup memberikan keleluasaan bagi pengendara untuk meluncur pelan tanpa harus terlalu sering menekan tuas rem.
Semakin sedikit frekuensi pengereman mendadak, semakin stabil pula putaran mesin yang dihasilkan. Stabilitas putaran mesin ini secara langsung menjaga konsumsi bahan bakar tetap berada pada titik paling efisien.
2. Matikan Mesin Kendaraan Saat Berhenti Cukup Lama
Banyak pengendara membiarkan mesin motor tetap menyala ketika terjebak kemacetan total atau saat menunggu antrean lampu merah berdurasi panjang. Kondisi diam di tempat dengan mesin menyala tetap membakar bahan bakar secara percuma meskipun kendaraan sama sekali tidak bergerak maju.
Pengendara sebaiknya mematikan mesin jika memperkirakan waktu berhenti akan memakan durasi lebih dari satu menit penuh. Langkah praktis ini terbukti efektif mencegah pemborosan bensin selama berada di jalan raya.
Bagi masyarakat yang menggunakan motor matic keluaran terbaru, pastikan untuk selalu mengaktifkan fitur Idling Stop System (ISS) atau Stop & Start System (SSS). Teknologi canggih pabrikan ini bekerja otomatis mematikan mesin saat motor berhenti sejenak dan langsung menyalakannya kembali seketika tuas gas diputar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media