Trend . 20/09/2026, 18:16 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Kursi kayu masih menjadi salah satu pilihan furnitur yang banyak digunakan untuk ruang tamu. Selain memberikan kesan hangat dan alami, furnitur kayu dapat digunakan dalam waktu lama apabila bahan, konstruksi, finishing, dan perawatannya tepat.
Namun, tampilan kayu yang bagus belum tentu menunjukkan kualitas kursi secara keseluruhan. Dua kursi yang sekilas terlihat hampir sama dapat memiliki ketahanan berbeda karena jenis kayu, kadar air, sambungan, hingga proses pengerjaannya tidak sama.
Karena itu, memilih kursi kayu sebaiknya tidak hanya berdasarkan desain atau harga. Ada sejumlah bagian yang perlu diperiksa agar kursi yang dibeli tetap kokoh dan nyaman digunakan hingga bertahun-tahun.
Langkah pertama adalah mengetahui material utama kursi. Kayu memiliki karakteristik fisik dan mekanis yang berbeda antara satu spesies dengan spesies lainnya.
Kayu jati, misalnya, terkenal sebagai material furnitur karena memiliki ketahanan yang baik dan tampilan serat yang menarik. Selain jati, berbagai jenis kayu keras lainnya juga dapat digunakan untuk furnitur, tergantung konstruksi, proses pengeringan, dan tujuan penggunaannya.
Jangan hanya terpaku pada istilah "kayu solid". Tanyakan jenis kayu yang digunakan karena informasi tersebut lebih membantu untuk memperkirakan karakter, bobot, stabilitas, serta kebutuhan perawatannya.
USDA Forest Products Laboratory dalam Wood Handbook: Wood as an Engineering Material menjelaskan bahwa karakteristik kayu dapat berbeda berdasarkan spesiesnya. Sifat seperti kepadatan, stabilitas dimensi, karakter serat, dan sifat mekanis menjadi pertimbangan dalam menentukan penggunaan kayu.
Salah satu aspek yang sering terlewat ketika membeli kursi adalah kondisi kelembapan kayunya.
Kayu merupakan material higroskopis. Artinya, kayu dapat menyerap dan melepaskan kelembapan mengikuti kondisi lingkungan di sekitarnya. Perubahan kadar air tersebut dapat memengaruhi dimensi dan karakteristik kayu.
Kayu yang belum dikeringkan dengan baik berpotensi mengalami perubahan setelah menjadi furnitur. Dalam kondisi tertentu, perubahan kadar air dapat menyebabkan penyusutan, pengembangan, retak, atau perubahan bentuk.
USDA Forest Products Laboratory menjelaskan:
"Correct drying, handling, and storage of wood will minimize moisture content changes."
Artinya, proses pengeringan, penanganan, dan penyimpanan yang benar dapat membantu meminimalkan perubahan kadar air pada kayu. (USFS Research & Development)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media