Trend . 27/07/2026, 16:39 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
Pemanfaatan fitur otomatis tersebut membantu menekan konsumsi bahan bakar secara maksimal tanpa mengurangi kenyamanan berkendara sedikit pun.
3. Kurangi Beban Bawaan dan Periksa Kondisi Ban
Faktor eksternal lain yang sering luput dari perhatian pengendara adalah masalah beban muatan kendaraan serta kondisi fisik ban. Membawa barang bawaan berlebihan di bagasi atau menggantung terlalu banyak barang di motor membuat beban kerja mesin meningkat drastis.
Mesin membutuhkan tenaga ekstra untuk mendorong bobot yang berat, yang pada akhirnya memicu lonjakan konsumsi BBM serta menurunkan performa kendaraan. Pengendara disarankan hanya membawa perlengkapan seperlunya demi menjaga efisiensi pembakaran.
Selain beban muatan, tekanan angin pada ban depan dan belakang wajib diperiksa secara berkala sesuai standar rekomendasi pabrikan. Ban yang mengalami kekurangan tekanan angin memiliki hambatan gulir yang jauh lebih besar di atas aspal.
Hambatan gulir tinggi memaksa mesin bekerja lebih berat agar motor bisa melaju normal. Sebagai acuan umum, tekanan ideal ban depan biasanya berada di kisaran 29 PSI, sementara ban belakang memerlukan tekanan sekitar 32 hingga 33 PSI tergantung jenis kendaraannya.
Penerapan gaya berkendara yang lebih sabar dan halus, pemanfaatan teknologi motor modern secara optimal, serta perawatan komponen rutin mampu menyelamatkan dompet dari pengeluaran bensin berlebih. Pengguna motor matic kini bisa tetap hemat bahan bakar meski harus menghadapi kemacetan ibu kota setiap hari, sekaligus membuat komponen kendaraan menjadi jauh lebih awet dalam jangka panjang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media