Bahaya Menggunakan Joki Pinjol, Ini Risiko yang Bisa Mengintai Peminjam
Joki pinjaman online atau joki pinjol kerap menawarkan bantuan kepada orang yang kesulitan mengajukan pinjaman. Tawaran tersebut dapat muncul melalui medsos
Situasi tersebut dapat membuat seseorang mengambil pinjaman yang sebenarnya tidak sesuai dengan kemampuan finansialnya.
Risiko Akun Diambil Alih
Joki yang meminta username, kata sandi, OTP, atau akses penuh ke akun harus menjadi tanda bahaya.
Informasi tersebut dapat memberikan peluang kepada pihak lain untuk masuk ke akun atau mengambil alih akses digital seseorang.
Selain berpotensi mengganggu proses pinjaman, pengambilalihan akun juga dapat membuka akses terhadap informasi pribadi lain yang tersimpan di dalam perangkat atau layanan digital.
Baca Juga
Prinsip keamanan digital yang sederhana adalah jangan menyerahkan kredensial akun kepada orang lain hanya karena mereka mengaku sebagai perantara.
Jangan Percaya Klaim Pasti Disetujui
Salah satu ciri tawaran yang perlu dicermati adalah janji bahwa pinjaman pasti disetujui.
Keputusan pemberian pinjaman seharusnya dilakukan berdasarkan proses dan kriteria yang ditetapkan oleh penyelenggara. Pihak luar tidak semestinya dapat menjamin seseorang pasti mendapatkan pinjaman hanya karena membayar jasa tertentu.
Klaim seperti "pasti cair", "tanpa gagal", atau "bisa tembus semua aplikasi" sebaiknya diperlakukan dengan sangat hati-hati.
Baca Juga
Semakin besar janji yang diberikan, semakin penting bagi calon peminjam untuk memeriksa siapa pihak yang menawarkan jasa tersebut dan bagaimana legalitasnya.
Cara Lebih Aman Mengajukan Pinjaman Online
Jika memang membutuhkan pinjaman online, proses pengajuan sebaiknya dilakukan secara langsung melalui penyelenggara resmi.
Calon peminjam dapat memeriksa legalitas penyelenggara melalui informasi resmi Otoritas Jasa Keuangan. Jangan hanya mempercayai klaim yang ditampilkan dalam iklan, akun media sosial, atau pesan pribadi.
Selain itu, baca seluruh ketentuan sebelum menyetujui pinjaman. Pastikan jumlah cicilan masih sesuai dengan kemampuan membayar.