Trend . 17/08/2026, 09:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Sebelum mengambil cicilan, hitung terlebih dahulu seluruh kewajiban bulanan. Jangan hanya melihat apakah cicilan tersebut terlihat murah, tetapi perhatikan total pengeluaran setelah cicilan ditambahkan.
Pengeluaran kecil sering kali tidak terasa ketika dilakukan satu per satu. Namun, jika dilakukan setiap hari atau berulang kali dalam sebulan, jumlahnya bisa cukup besar.
Contohnya adalah membeli makanan atau minuman di luar, layanan berlangganan yang jarang digunakan, biaya transportasi yang sebenarnya bisa dihemat, serta pembelian barang secara impulsif.
Bukan berarti semua pengeluaran tersebut harus dihentikan. Cobalah mencatatnya selama satu bulan untuk mengetahui ke mana uang sebenarnya pergi.
Dari catatan tersebut, biasanya akan terlihat pengeluaran mana yang bisa dikurangi tanpa mengganggu kebutuhan utama.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan gaji untuk semua kebutuhan terlebih dahulu, kemudian menabung uang yang tersisa.
Masalahnya, sering kali tidak ada uang yang tersisa.
Karena itu, pola tersebut dapat dibalik. Setelah menerima gaji, sisihkan terlebih dahulu uang untuk tabungan dan dana darurat. Setelah itu, gunakan sisa penghasilan untuk memenuhi kebutuhan lain.
Dengan cara tersebut, menabung menjadi kewajiban rutin seperti membayar tagihan.
Ketika mendapatkan kenaikan gaji, jangan langsung meningkatkan seluruh pengeluaran.
Sebagian kenaikan penghasilan dapat dialihkan untuk meningkatkan tabungan. Misalnya, jika pendapatan bertambah Rp500 ribu, sebagian bisa masuk ke tabungan dan sebagian lainnya digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Strategi ini membantu mencegah lifestyle inflation, yaitu kondisi ketika pengeluaran ikut meningkat seiring bertambahnya penghasilan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media