Fashion . 19/08/2026, 10:30 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Memilih sepatu sebaiknya tidak hanya berdasarkan model, warna, merek, atau angka ukuran yang biasa dipakai. Sepatu yang terlihat bagus belum tentu sesuai dengan bentuk kaki. Bahkan, ukuran yang sama dapat terasa berbeda ketika digunakan dari merek atau model yang berbeda.
American Podiatric Medical Association atau APMA menjelaskan bahwa kebutuhan alas kaki setiap orang dapat berbeda karena dipengaruhi bentuk kaki, kondisi kaki, serta aktivitas yang dilakukan. Karena itu, podiatrist atau ahli kesehatan kaki menyarankan agar sepatu dipilih berdasarkan kecocokan dengan kaki, bukan semata-mata berdasarkan angka ukuran.
Kesalahan yang cukup umum adalah menganggap ukuran sepatu sebagai angka yang mutlak. Misalnya, seseorang terbiasa menggunakan ukuran 42 sehingga selalu membeli ukuran tersebut tanpa mencoba terlebih dahulu.
Padahal, ukuran sepatu dapat berbeda antara satu merek dengan merek lainnya. Bahkan dalam satu merek, bentuk dan desain sepatu juga dapat membuat ukuran yang sama terasa berbeda.
American Academy of Orthopaedic Surgeons atau AAOS menyarankan agar sepatu dicoba dan dipilih berdasarkan kecocokan yang sebenarnya, bukan hanya angka yang tertera pada label. Ukuran kedua kaki juga dapat sedikit berbeda sehingga sepatu sebaiknya menyesuaikan kaki yang lebih besar.
Artinya, ukuran 41 pada satu model belum tentu memberikan kenyamanan yang sama dengan ukuran 41 pada model lainnya.
Cara memilih sepatu yang tepat sebaiknya diawali dengan mengetahui ukuran kaki secara aktual.
Pengukuran sebaiknya dilakukan ketika berdiri karena berat tubuh dapat membuat kaki sedikit melebar dan memanjang dibandingkan ketika tidak menahan beban. AAOS juga menyarankan pengukuran kaki secara berkala karena ukuran dan bentuk kaki dapat berubah seiring bertambahnya usia.
Jangan hanya mengukur panjang kaki. Lebar kaki juga perlu diperhatikan. Seseorang bisa saja memiliki panjang kaki yang sesuai dengan ukuran sepatu tertentu, tetapi bagian depan kakinya lebih lebar sehingga sepatu standar terasa sempit.
Inilah alasan mengapa memilih sepatu hanya berdasarkan panjang telapak kaki sering kali belum cukup.
Bagian depan sepatu atau toe box menjadi salah satu bagian yang sangat penting.
Jari kaki seharusnya memiliki ruang yang cukup untuk bergerak dan tidak terasa terjepit. AAOS merekomendasikan adanya ruang sekitar setengah inci antara jari kaki terpanjang dan ujung bagian dalam sepatu. Pengukuran tersebut harus menggunakan jari terpanjang, yang tidak selalu merupakan ibu jari.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media