Trend . 07/09/2026, 08:30 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Namun, jangan sampai menggunakan terlalu banyak air. Permukaan yang terlalu basah bisa membuat abu berubah menjadi lumpur. Kondisi tersebut justru dapat membuat proses pembersihan menjadi semakin sulit.
Setelah area luar selesai dibersihkan, masyarakat dapat beralih ke bagian dalam rumah. Gunakan kain pel atau lap yang basah maupun lembap untuk membersihkan lantai, meja, dan berbagai perabot.
Metode basah membantu membersihkan abu tanpa membuat partikel kembali beterbangan seperti ketika menggunakan sapu pada permukaan kering.
Urutan pembersihan juga perlu diperhatikan. Bersihkan area luar terlebih dahulu, kemudian lanjutkan ke bagian dalam rumah.
Langkah tersebut penting agar debu dari area luar tidak kembali masuk ke rumah setelah bagian dalam selesai dibersihkan.
Abu vulkanik juga perlu mendapat perhatian ketika berada di sekitar sumber air dan makanan. Pastikan tempat penampungan air, seperti toren atau ember, selalu tertutup rapat.
Langkah ini penting untuk mencegah air bersih terkontaminasi abu.
Selain itu, perhatikan makanan dan peralatan makan yang sempat terpapar. Cuci bersih peralatan makan maupun bahan makanan sebelum kembali digunakan atau diolah.
Dengan langkah yang tepat, proses membersihkan rumah dari abu vulkanik dapat dilakukan secara lebih aman dan terkontrol.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media