Trend . 20/09/2026, 18:16 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Karena itu, ketika membeli kursi kayu, tidak ada salahnya menanyakan apakah material telah melalui proses pengeringan yang memadai, termasuk kiln drying jika produsen menggunakan metode tersebut.
Kursi merupakan furnitur yang menerima beban secara berulang. Setiap kali seseorang duduk, berdiri, atau menggeser posisi tubuh, rangka kursi menerima gaya dari berbagai arah.
Itulah sebabnya konstruksi sambungan tidak kalah penting dibandingkan jenis kayunya.
Coba pegang sandaran dan bagian dudukan, kemudian gerakkan secara perlahan. Kursi yang konstruksinya baik seharusnya terasa solid dan tidak mudah bergoyang.
Periksa pula pertemuan antara kaki, dudukan, sandaran, dan penyangga. Hindari kursi yang sudah terasa longgar ketika masih baru.
Suara berderit tidak selalu berarti kursi akan segera rusak, tetapi suara yang disertai sambungan bergoyang patut diperhatikan.
Kayu yang terlihat tebal memang dapat memberikan kesan kokoh, tetapi ketebalan bukan satu-satunya ukuran kekuatan kursi.
Desain struktur dan kualitas sambungan juga menentukan bagaimana beban didistribusikan ke seluruh rangka. Kursi dengan material sangat tebal sekalipun dapat terasa tidak stabil apabila konstruksinya buruk.
Sebaliknya, kursi dengan desain yang lebih ramping dapat tetap kokoh apabila menggunakan material yang sesuai dan konstruksi yang dirancang dengan baik.
Karena itu, lakukan pemeriksaan fisik secara keseluruhan daripada sekadar melihat ukuran kaki atau ketebalan sandarannya.
Finishing berfungsi memperindah sekaligus membantu melindungi permukaan kayu.
Perhatikan apakah lapisan finishing terlihat merata. Periksa bagian sudut, bawah dudukan, belakang sandaran, dan area sambungan yang terkadang tidak terlihat ketika kursi dipajang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media