Trend . 19/10/2026, 16:00 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Bau kaki merupakan masalah yang cukup umum dan bisa dialami siapa saja, terutama setelah beraktivitas seharian menggunakan sepatu tertutup. Kondisi ini biasanya muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri yang hidup di permukaan kulit. Kaki yang lembap dalam waktu lama dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab bau tidak sedap.
Meski begitu, bau kaki tidak selalu harus diatasi dengan produk khusus yang mahal. Beberapa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kebersihan kaki, mengurangi kelembapan, dan mencegah bau muncul kembali.
Kebiasaan pertama yang dapat membantu mengatasi bau kaki adalah mencuci kaki secara teratur menggunakan air dan sabun. Langkah ini membantu menghilangkan keringat, kotoran, sel kulit mati, serta sebagian mikroorganisme yang menempel pada permukaan kulit.
Pembersihan sebaiknya tidak hanya dilakukan pada telapak kaki, tetapi juga di sela-sela jari. Bagian tersebut sering menjadi tempat berkumpulnya kelembapan, terutama setelah menggunakan sepatu dalam waktu lama.
Setelah mencuci kaki, keringkan seluruh permukaannya menggunakan handuk bersih. Perhatikan sela-sela jari karena bagian yang masih basah dapat mendukung pertumbuhan jamur dan meningkatkan risiko infeksi kulit.
Mencuci kaki secara berlebihan atau menggunakan sabun yang terlalu keras justru dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi. Karena itu, gunakan sabun yang lembut dan sesuaikan frekuensi mencuci dengan aktivitas sehari-hari.
Kaus kaki menyerap keringat yang keluar dari kaki selama beraktivitas. Jika digunakan berulang kali tanpa dicuci, kain tersebut dapat menahan kelembapan dan menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau.
Mengganti kaus kaki setiap hari merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi masalah tersebut. Jika kaki mudah berkeringat atau kaus kaki sudah terasa basah, gantilah dengan yang bersih dan kering sesegera mungkin.
Pilih kaus kaki yang mampu menyerap atau mengelola kelembapan dengan baik. Bahan tertentu, seperti wol merino dan beberapa kain sintetis khusus olahraga, dapat membantu mengalirkan kelembapan dari kulit. Pilihan terbaik dapat berbeda bergantung pada tingkat keringat, jenis aktivitas, dan kenyamanan pengguna.
Selain itu, pastikan kaus kaki dicuci hingga bersih dan dikeringkan sepenuhnya sebelum digunakan kembali. Kaus kaki yang masih lembap sebaiknya tidak langsung dipakai karena dapat mempertahankan kondisi basah di dalam sepatu.
Sepatu yang digunakan sepanjang hari dapat menahan panas dan keringat. Apabila langsung disimpan di tempat tertutup tanpa dikeringkan, bagian dalamnya bisa tetap lembap selama berjam-jam.
Kondisi tersebut dapat memperkuat bau yang sudah terbentuk dan mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Oleh karena itu, biasakan mengangin-anginkan sepatu setelah digunakan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media