FIN.CO.ID- Apa itu sleep paralysis? ini merupakan fenomena ketika seseorang tidak dapat berbicara dan bergerak saat hendak bangun tidur.
Kondisi ini sering kali memicu rasa panik dan takut, sebab tubuh seakan-akan lumpuh selama beberapa detik hingga beberapa menit meski penderitanya dalam kondisi sadar. Di Indonesia dikenal sebagai ketidihan.
Mitos tindihan saat tidur ini telah dipercaya oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Banyak dari mereka yang menyangkutkan mitos ini dengan hal mistis atau diganggu setan.
Namun, di dunia medis ketindihan ini disebut dengan sleep paralysis yaitu gangguan tidur yang menyebabkan seseorang kesulitan menggerakkan tubuhnya sekalipun dalam keadaan sadar.
BACA JUGA:
- Ini Cara Mengatasi Sulit Tidur di Malam Hari, Nomor 2 Paling Ampuh Dijamin Pules
- Sulit Tidur? Coba Teknik Pernapasan Ini
Melansir dari Medical News Today pada 26 Februari 2024, sleep paralysis tidak mengancam jiwa, tetapi dapat menyebabkan kecemasan. Kondisi ini bisa terjadi bersamaan dengan gangguan tidur lainnya, seperti narkolepsi. Ini sering dialami selama masa remaja dan sering terjadi pada usia 20-an dan 30-an.
Sleep paralysis sering disertai dengan pengalaman hypnagogic, yaitu halusinasi visual, auditori, dan sensorik. Ini terjadi selama transisi antara tidur dan bangun, serta secara konsisten terjadi dalam salah satu dari tiga kategori yaitu:
1.Intruder: Ada suara kenop pintu terbuka, langkah kaki menyeret, bayangan manusia, atau rasa kehadiran yang mengancam di dalam ruangan.
2.Incubus: Perasaan tertekan di dada, kesulitan bernapas dengan rasa dicekik, dicekik, atau diserang secara seksual oleh makhluk jahat. Individu percaya bahwa mereka akan mati.
3.Vestibular-motor: Perasaan berputar, jatuh, melayang, terbang, melayang di atas tubuh seseorang atau jenis lain dari pengalaman di luar tubuh
Sleep paralysis bisa dialami oleh siapa saja. Namun, fenomena ini lebih berisiko menyerang orang yang memiliki kondisi tertentu seperti insomnia, gangguan cemas, atau gangguan stres pascatrauma (PTSD). Selain itu, ada faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sleep paralysis di antaranya:
1.Keluarga dengan riwayat ketindihan atau faktor keturunan
2.Kurang tidur atau pola tidur tidak teratur
3.Kram kaki pada malam hari