Trend . 19/05/2024, 22:02 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
Meski dikonversi dari diesel menjadi tenaga listrik, bus ini memiliki top speed sekitar 117km/jam karena masih menggunakan beberapa transmisi bawaan.
Pengemudi masih dapat merasakan sensasi perpindahan gigi saat membawa bus, sama seperti ketika mengendarai mesin diesel aslinya.
Secara umum tak ada ubahan pada bodi dan interior yang masih asli buatan karoseri Laksana, dengan beberapa aksesoris tambahan lampu.
Namun pada sistem kontrol di bus listrik Universitas Indonesia dan Petrosea, dibuat secara khusus oleh Dosen elektro Dr. Abdul Muis.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media