Melihat fakta-fakta di atas, jelas bahwa MSG bukanlah musuh yang harus dijauhi.
Seperti desain interior yang ngasih finishing pada sebuah ruangan,
MSG juga ngasih sentuhan akhir pada makanan biar rasanya lebih "hidup."
Tapi, kayak pemilihan dekorasi yang nggak boleh berlebihan, penggunaan MSG juga harus seimbang.
Nikmatin makananmu dengan bijak, dan jangan mudah percaya sama mitos-mitos yang nggak berdasar, ya!
Buat kamu yang suka masak atau sekadar jadi penikmat makanan, jangan takut buat eksplorasi rasa dengan MSG.
Selama penggunaannya nggak berlebihan, makananmu tetap sehat dan enak. Dan yang paling penting, hidup jadi lebih nikmat!
Referensi
1. MSG dan "Chinese Restaurant Syndrome"
Tarasoff, L., & Kelly, M. F. (1993). "Monosodium L-glutamate: A double-blind study and review." Food and Chemical Toxicology, 31(12), 1019–1035.
Studi ini menyimpulkan bahwa gejala yang sering dikaitkan dengan MSG tidak konsisten muncul dalam eksperimen terkontrol dengan plasebo.
2. MSG Itu Alami
Ikeda, K. (2002). "New seasonings." Chemical Senses, 27(9), 847–849.
Artikel ini membahas glutamat sebagai komponen alami dalam makanan seperti tomat, keju, dan jamur, serta bagaimana tubuh mengenalinya.
3. MSG dan Obesitas