Trend . 25/05/2025, 18:11 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Meski tak bisa sepenuhnya dihindari, kamu bisa memperkecil risiko dengan memperkuat mentalmu:
Kita bisa belajar dari konsep shinrin-yoku di Jepang—berjalan di hutan untuk menyatu dengan alam dan meredakan stres. Terkadang, ketenangan memang hanya sejauh langkah ke luar rumah.
Depresi adalah jeritan tanpa suara. Tapi bukan berarti harus terus diam. Mengenali apa itu depresi bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga bentuk empati untuk orang-orang di sekitar kita.
Bicara tentang mental health bukan lagi hal tabu. Justru, di era sekarang, keberanian untuk mengakui luka batin adalah kekuatan yang layak diapresiasi.
Jika kamu merasa sedang dalam lorong gelap, ketuklah pintu. Akan selalu ada tangan yang menyambut dari sisi lain. (*)
Artikel ini ditulis untuk tujuan edukatif. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal menunjukkan tanda-tanda depresi, segera hubungi psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terpercaya. Jangan menunda untuk mencari bantuan—nyawa dan kebahagiaanmu terlalu berharga untuk diabaikan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media