Kuliner . 05/09/2025, 14:03 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Banyak orang berpikir resep opor ayam hanya pantas dimasak saat Lebaran. Wajar saja, karena hidangan ini identik dengan ketupat, lontong, sambal goreng ati, dan suasana kumpul keluarga di hari istimewa. Padahal, opor ayam sebenarnya cocok disantap kapan saja. Kuah santan gurih dengan aroma rempah selalu berhasil bikin suasana makan jadi lebih hangat, entah itu malam minggu di rumah atau acara kecil bersama teman.
Bayangkan suasana sederhana: hujan turun, meja makan penuh dengan nasi hangat, lalu di tengahnya ada panci berisi opor ayam. Rasa gurih santannya langsung menenangkan, apalagi kalau dipadukan dengan sambal pedas. Inilah bukti bahwa masakan tradisional tidak harus menunggu momen khusus.
Hidangan ini berawal dari Jawa, di mana orang sudah lama terbiasa memasak dengan santan dan rempah. Santan memberi rasa gurih alami, sementara kunyit, jahe, dan serai memperkaya aroma. Perpaduan itu membuat opor ayam bukan hanya sekadar lauk, melainkan simbol kehangatan.
Tidak mengherankan bila setiap daerah punya versi berbeda. Di Jawa Tengah, opor ayam cenderung lebih ringan dengan kuah putih. Di Jawa Timur, rasanya lebih pedas karena tambahan cabai dan lada. Ada pula keluarga yang menambahkan telur rebus atau tahu ke dalam kuah. Dari satu meja ke meja lain, ceritanya selalu berbeda.
1 ekor ayam kampung atau ayam negeri, potong sesuai selera
750 ml santan encer
250 ml santan kental
8 siung bawang merah
5 siung bawang putih
4 butir kemiri, sangrai
3 cm kunyit
2 cm jahe
3 cm lengkuas
3 lembar daun salam
2 batang serai, memarkan
2 lembar daun jeruk
1 sdt ketumbar bubuk
Garam dan gula pasir secukupnya
Dengan bahan sederhana ini, siapa pun bisa membuat opor ayam yang nikmat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media