Trend . 03/10/2025, 08:13 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Asam yang naik dapat mengiritasi saluran pernapasan, sehingga menimbulkan sensasi sesak. Gejala ini kadang disangka akibat tersumbatnya aliran darah ke jantung.
Saat dada nyeri dan napas terasa berat, tubuh merespons dengan mengeluarkan keringat dingin. Inilah yang membuat perbedaan dengan serangan jantung semakin sulit dikenali.
Naiknya asam juga memicu rasa mual, perut kembung, dan cepat kenyang. Tanda ini kerap muncul bersamaan dengan rasa sakit dada.
Membedakan dua kondisi ini sangat krusial. Pada refluks asam, nyeri biasanya muncul setelah makan berlebihan, berbaring terlalu cepat, atau konsumsi makanan pedas dan berlemak. Sedangkan serangan jantung sering disertai nyeri menjalar ke lengan kiri, rahang, dan punggung, yang tidak dipengaruhi oleh makanan.
Selain itu, keluhan pada serangan jantung biasanya muncul mendadak tanpa pemicu jelas, dan cenderung tidak membaik meski tubuh sudah berpindah posisi.
Beberapa hal yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami refluks asam antara lain:
Berat badan berlebih
Pola makan tinggi lemak
Kebiasaan merokok dan minum alkohol
Tidur setelah makan
Stres berlebihan
Ketika gejala asam lambung disangka serangan jantung, penderita bisa panik dan langsung ke IGD. Sebaliknya, ketika serangan jantung dianggap masalah lambung, nyawa taruhannya. Oleh karena itu, pemeriksaan medis mutlak diperlukan agar diagnosis tepat.
Segera temui dokter bila keluhan nyeri dada berlangsung terus-menerus, disertai sesak, pusing, atau muntah. Jika ada riwayat keluarga dengan penyakit jantung, pemeriksaan lebih cepat akan membantu memastikan penyebabnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media