Trend . 03/10/2025, 08:13 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Kurangi makanan pedas, asam, berlemak, serta minuman bersoda. Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan protein rendah lemak. Makan dalam porsi kecil namun sering lebih baik dibanding sekali banyak.
Olahraga teratur membantu menyeimbangkan berat badan dan memperkuat sistem pencernaan. Aktivitas fisik ringan setelah makan juga mencegah refluks.
Stres memicu produksi asam berlebih. Lakukan relaksasi, meditasi, atau aktivitas menyenangkan untuk menenangkan pikiran.
Kurang tidur memperparah keluhan lambung. Posisi tidur dengan kepala sedikit lebih tinggi juga membantu mencegah asam naik.
Dokter biasanya meresepkan obat penurun asam lambung, antasida, atau obat penguat otot katup kerongkongan. Dalam kasus berat, tindakan medis lebih lanjut mungkin diperlukan. Beberapa orang juga mencoba pengobatan herbal, seperti jahe atau teh chamomile, untuk meredakan keluhan.
Memahami gejala asam lambung yang sering dikira serangan jantung sangat penting agar tidak keliru dalam mengambil langkah. Walau mirip, keduanya memiliki perbedaan jelas, terutama dari pemicunya. Dengan pola hidup sehat, pengaturan stres, serta kewaspadaan terhadap tanda-tanda berbahaya, kondisi ini bisa dikendalikan sekaligus mencegah risiko penyakit jantung yang sesungguhnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media