Trend . 05/11/2025, 07:01 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Selain itu, ada juga metode penutupan kuping jantung untuk mencegah terbentuknya bekuan darah yang bisa menyebabkan stroke. Kedua prosedur ini terbukti efektif mengurangi risiko komplikasi serius akibat aritmia.
Spesialis Neurologi RS Premier Bintaro, dr. Meidianie Camellia, Sp.N, menjelaskan bahwa stroke menjadi salah satu komplikasi paling berbahaya dari gangguan jantung, termasuk aritmia. Otak membutuhkan sekitar 20 persen aliran darah dari total sirkulasi tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.
Ia menambahkan, sekitar 90 persen faktor risiko stroke berasal dari gaya hidup, seperti merokok, konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, stres, kurang tidur, serta minim aktivitas fisik. Karena itu, menjaga pola hidup sehat menjadi kunci utama dalam mencegah stroke dan gangguan jantung.
Untuk membantu masyarakat mengenali tanda-tanda awal stroke, Kementerian Kesehatan memperkenalkan akronim “SeGeRa Ke RS”, yang berarti:
“Jika tanda-tanda ini muncul, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit karena penanganan stroke berpacu dengan waktu,” tegas dr. Meidianie.
Kedua dokter sepakat bahwa pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin menjadi langkah paling efektif untuk mencegah aritmia maupun stroke. Menghindari rokok, mengatur pola makan, tidur cukup, serta rutin berolahraga dapat menjaga irama jantung tetap stabil.
Selain itu, pelatihan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) juga penting agar masyarakat mampu memberikan pertolongan pertama saat seseorang mengalami henti jantung mendadak. (ANT)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media